Warga Arab Israel akan Mogok Kerja untuk Menandai Dimulainya Intifada Kedua

Jum'at, 06 September 2024 - 16:45 WIB
Toko-toko dengan pintu terkunci dan jalan-jalan kosong terlihat selama aksi mogok yang dilancarkan warga Palestina untuk memprotes serangan dan penggerebekan Israel di kota Wadi Rahhal di Bethlehem, Tepi Barat pada 27 Agustus 2024. Foto/Wisam Hashlamoun/A
TEL AVIV - Komite Pemantauan Tinggi Arab mengumumkan pemogokan umum pada tanggal 1 Oktober untuk menandai 24 tahun sejak protes Oktober 2000 terhadap pembunuhan dan penusukan sejumlah warga negara Palestina di Israel oleh militer Israel saat pecahnya Intifada Kedua.

Antara tanggal 1-8 Oktober 2000, petugas polisi Israel menembak mati 13 pemuda Palestina yang tidak bersenjata, 12 warga negara Israel, dan satu warga Gaza.



Ke-13 korban tewas dan ratusan korban luka-luka itu terjadi ketika polisi Israel menembaki warga negara Palestina yang turun ke jalan untuk memprotes pembunuhan dan penusukan sejumlah warga Palestina oleh militer Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki saat pecahnya Intifada Kedua.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kemarin, komite tersebut mengatakan pemogokan tersebut akan berdampak pada bisnis, sekolah, dan tempat umum di seluruh komunitas Arab dan bertujuan memprotes genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza, meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina di
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!