Mengapa Tentara Israel Tidak Berani Perang Tatap Muka dengan Serdadu Hamas?
Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:15 WIB
Satu faktor utama yang membuat Israel lebih sering menyerang dari udara adalah karena mereka masih ‘buta’ dengan peta di Jalur Gaza yang menjadi tempat Hamas berada.
Kondisi ini tak mengherankan mengingat serdadu Hamas biasa mengandalkan terowongan bawah tanah untuk mobilitasnya.
Mengutip Reuters, Kamis (15/8/2024), alasan tersebut diperkuat berdasarkan pengalaman masa lalu. Tepatnya ketika bom penghancur bunker dan tank Merkava berteknologi tinggi Israel selalu menghadapi terowongan yang penuh jebakan di Gaza.
Berbeda dengan tentara Israel, serdadu Hamas yang menggunakan jaringan bawah tanah itu bisa menyerang dan menghilang secepat kilat. Hal inilah yang membuat Israel sampai sekarang lebih suka menyerang dari udara.
Lalu, kenapa Israel tidak mencoba melawannya di terowongan? Jawabannya adalah untuk mendapatkan posisi bertempur di terowongan, tentara zionis harus mengidentifikasi sebanyak mungkin pintu masuk.
Jika panjangnya mencapai 500 km (310 mil), jumlah pintu masuknya mungkin mencapai ribuan. Sebagian besar juga sangat tersembunyi, bisa di dalam bangunan perumahan, garasi, fasilitas industri, gudang hingga tumpukan puing-puing.
Kondisi ini tak mengherankan mengingat serdadu Hamas biasa mengandalkan terowongan bawah tanah untuk mobilitasnya.
Mengutip Reuters, Kamis (15/8/2024), alasan tersebut diperkuat berdasarkan pengalaman masa lalu. Tepatnya ketika bom penghancur bunker dan tank Merkava berteknologi tinggi Israel selalu menghadapi terowongan yang penuh jebakan di Gaza.
Berbeda dengan tentara Israel, serdadu Hamas yang menggunakan jaringan bawah tanah itu bisa menyerang dan menghilang secepat kilat. Hal inilah yang membuat Israel sampai sekarang lebih suka menyerang dari udara.
Lalu, kenapa Israel tidak mencoba melawannya di terowongan? Jawabannya adalah untuk mendapatkan posisi bertempur di terowongan, tentara zionis harus mengidentifikasi sebanyak mungkin pintu masuk.
Jika panjangnya mencapai 500 km (310 mil), jumlah pintu masuknya mungkin mencapai ribuan. Sebagian besar juga sangat tersembunyi, bisa di dalam bangunan perumahan, garasi, fasilitas industri, gudang hingga tumpukan puing-puing.
Lihat Juga :