Mesir dan Otoritas Palestina Berunding agar PA Kelola Penyeberangan Rafah di Gaza

Rabu, 14 Agustus 2024 - 08:30 WIB
Dalam mendorong usulan tersebut, otoritas Mesir tampaknya bertujuan agar usulan tersebut menjadi langkah awal dalam rencana yang lebih luas bagi PA untuk secara bertahap mengambil alih dan mengelola area strategis lainnya di Gaza setelah berakhirnya serangan Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Hal ini terjadi di tengah laporan Israel sendiri mulai menyambut baik gagasan tersebut, meskipun banyak elemen dan tokoh dalam koalisi penguasa sayap kanan yang awalnya menentang segala bentuk pemerintahan sendiri Palestina di Gaza.

Bulan lalu, Axios mengungkapkan pejabat Israel, PA, dan Amerika Serikat (AS) telah mengadakan pertemuan rahasia untuk membuka kembali Perlintasan perbatasan Rafah.

Menurut laporan tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang keterlibatan langsung PA dalam mengelola Perlintasan Rafah dan, sebaliknya, mendesaknya untuk mengirim personel dalam kapasitas tidak resmi, yang ditolak PA.

Namun, Times of Israel mengutip pernyataan pejabat bulan lalu yang mengatakan lingkaran perdana menteri Israel tampaknya semakin menyadari bahwa PA adalah satu-satunya pilihan yang layak untuk mengelola Perlintasan perbatasan Rafah saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!