Lama Bungkam, Arab Saudi Akhirnya Buka Suara soal Pembunuhan Ismail Haniyeh
Kamis, 08 Agustus 2024 - 07:05 WIB
Sepekan bungkam, Arab Saudi akhirnya buka suara perihal pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran. Foto/EPA-EFE/KIM LUDBROOK
JEDDAH - Setelah sepekan bungkam, Kerajaan Arab Saudi akhirnya buka suara perihal serangan yang menewaskan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran, pada 31 Juli lalu.
Kerajaan tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa pembunuhan Haniyeh merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan Iran dan hukum internasional. Pernyataan tersebut dirilis Kementerian Luar Negeri setempat.
Sebelumnya, Riyadh bagian dari beberapa negara Arab yang tidak berkomentar, apalagi mengecam, pembunuhan Haniyeh.
Baca Juga: Arab Saudi dan Yordania Larang Wilayah Udaranya Dipakai, Bagaimana Cara Iran Serang Israel?
Wakil Menteri Luar Negeri Walid al-Khuraiji, yang mewakili Kerajaan Arab Saudi pada pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah pada hari Rabu, menggarisbawahi beratnya pelanggaran kedaulatan Iran tersebut, dengan mengatakan bahwa pembunuhan Haniyeh dipandang sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas dan perdamaian regional.
Dalam pidatonya, yang dilansir Al Arabiya, Kamis (8/8/2024), al-Khuraiji juga mengkritik Israel karena meningkatkan kekerasan terhadap warga sipil Palestina.
Kerajaan tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa pembunuhan Haniyeh merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan Iran dan hukum internasional. Pernyataan tersebut dirilis Kementerian Luar Negeri setempat.
Sebelumnya, Riyadh bagian dari beberapa negara Arab yang tidak berkomentar, apalagi mengecam, pembunuhan Haniyeh.
Baca Juga: Arab Saudi dan Yordania Larang Wilayah Udaranya Dipakai, Bagaimana Cara Iran Serang Israel?
Wakil Menteri Luar Negeri Walid al-Khuraiji, yang mewakili Kerajaan Arab Saudi pada pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah pada hari Rabu, menggarisbawahi beratnya pelanggaran kedaulatan Iran tersebut, dengan mengatakan bahwa pembunuhan Haniyeh dipandang sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas dan perdamaian regional.
Dalam pidatonya, yang dilansir Al Arabiya, Kamis (8/8/2024), al-Khuraiji juga mengkritik Israel karena meningkatkan kekerasan terhadap warga sipil Palestina.
Lihat Juga :