Profil JD Vance, Cawapres Trump yang Menentang Bantuan AS untuk Ukraina

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:44 WIB
James David Vance atau JD Vance, senator AS yang ditunjuk menjadi cawapres Donald Trump untuk pemilu AS pada 5 November 2024. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Donald Trump, kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, telah menunjuk Senator JD Vance sebagai calon wakil presiden (cawapres)-nya untuk pemilu 5 November mendatang.

Senator junior dari Ohio itu telah mencapai kemajuan dalam waktu singkat sejak dia menerbitkan memoarnya, "Hillbilly Elegy"—beberapa bulan sebelum Donald Trump memenangkan kursi kepresidenan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2016.



Vance (39) memenangkan pemilihan Senat AS pada tahun 2022, dan baru menjadi senator selama satu setengah tahun.

Baca Juga: Donald Trump Tunjuk JD Vance sebagai Cawapresnya

Profil Sekilas JD Vance



Tenar Berkat Buku "Hillbilly Elegy"



Memoar Vance, "Hillbilly Elegy," menjadi sangat populer pada tahun 2016, menceritakan kisah pribadi Vance dengan latar belakang perjuangan Appalachia dan Rust Belt America.

Pesan utama dalam buku Vance adalah bahwa hanya dengan kemauan mereka sendiri, orang Amerika di wilayah yang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial dapat memperbaiki kehidupan mereka.

Namun buku ini juga memberikan gambaran kepada warga Amerika di wilayah pesisir dan wilayah yang lebih makmur mengenai kehidupan orang-orang yang menjadi tulang punggung dukungan Trump pada tahun 2016.

Ketika Trump menang, buku Vance menjadi semacam kitab suci bagi para pemimpin dan media untuk lebih memahaminya.

orang-orang yang memilih Trump, dan bagaimana seorang maestro real estat dari New York dapat menarik perhatian warga Amerika yang sedang berjuang di Rust Belt.

"Buku J.D., 'Hillbilly Elegy', menjadi Major Best Seller and Movie, karena memperjuangkan pria dan wanita pekerja keras di negara kita," tulis Trump di Truth Social saat dia mengumumkan Vance sebagai pasangannya untuk pemilu AS.

“J.D. mempunyai karier bisnis yang sangat sukses di bidang teknologi dan keuangan, dan sekarang, selama Kampanye, akan sangat fokus pada orang-orang yang dia perjuangkan dengan cemerlang, para pekerja dan petani Amerika di Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Ohio, Minnesota, dan jauh melampauinya," lanjut Trump.

Sosok Pembela Trump



Vance mengatakan dia akan menolak mengesahkan pemilu pada 6 Januari 2020 yang dimenangkan Joe Biden, jika dia berada di posisi Mike Pence—wakil presiden yang juga cawapresnya Trump saat itu.

“Jika saya menjadi wakil presiden, saya akan mengatakan kepada negara-negara bagian, seperti Pennsylvania, Georgia dan banyak negara bagian lainnya bahwa kita perlu memiliki banyak daftar pemilih,” katanya kepada ABC News pada bulan Februari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!