Parlemen Australia Blokir Usulan Akui Negara Palestina
Rabu, 26 Juni 2024 - 10:45 WIB
Ini adalah pertama kalinya seorang politisi Partai Buruh menyeberang jalan sejak 1986, untuk mendukung usulan apa pun, saat partai tersebut berkuasa.
Menurut aturan partai, dia dapat menghadapi tindakan atas sikap yang diambilnya terhadap keputusan partainya.
Namun, Payman tetap pada keputusannya yang "paling sulit" dan mengatakan dia tidak terpilih sebagai "wakil simbolis keberagaman."
"Saya terpilih untuk melayani rakyat Australia Barat dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang ditanamkan dalam diri saya oleh mendiang ayah saya. Hari ini saya telah membuat keputusan yang akan membuatnya bangga dan membuat semua orang yang berada di pihak kemanusiaan bangga," tegas dia kepada wartawan, setelah pemungutan suara parlemen tentang Palestina.
"Kita tidak dapat percaya pada solusi dua negara dan hanya mengakui satu," ujar Payman menambahkan.
Pemimpin Partai Hijau Adam Bandt menuduh pemerintah melakukan "tindakan memalukan" dalam pemungutan suara menentang pengakuan negara Palestina.
"Itu pengecut... (Partai Buruh) gagal melakukan apa yang telah dilakukan lebih dari 140 negara lain di seluruh dunia, yaitu mengakui Palestina," tegas dia.
Menurut aturan partai, dia dapat menghadapi tindakan atas sikap yang diambilnya terhadap keputusan partainya.
Namun, Payman tetap pada keputusannya yang "paling sulit" dan mengatakan dia tidak terpilih sebagai "wakil simbolis keberagaman."
"Saya terpilih untuk melayani rakyat Australia Barat dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang ditanamkan dalam diri saya oleh mendiang ayah saya. Hari ini saya telah membuat keputusan yang akan membuatnya bangga dan membuat semua orang yang berada di pihak kemanusiaan bangga," tegas dia kepada wartawan, setelah pemungutan suara parlemen tentang Palestina.
"Kita tidak dapat percaya pada solusi dua negara dan hanya mengakui satu," ujar Payman menambahkan.
Tindakan Memalukan
Pemimpin Partai Hijau Adam Bandt menuduh pemerintah melakukan "tindakan memalukan" dalam pemungutan suara menentang pengakuan negara Palestina.
"Itu pengecut... (Partai Buruh) gagal melakukan apa yang telah dilakukan lebih dari 140 negara lain di seluruh dunia, yaitu mengakui Palestina," tegas dia.
Lihat Juga :