Pangeran Arab Saudi: Normalisasi Hubungan dengan Israel Penting, tapi…
Minggu, 23 Juni 2024 - 07:25 WIB
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Desak Dunia Akui Negara Palestina yang Merdeka
“Jika Anda melihat wilayah kami, itu adalah cakar singa tetapi memiliki sejumlah duri, satu duri besar yang menutupi semua duri lainnya adalah konflik Palestina-Israel dan sampai kami menghilangkannya, sulit untuk menghilangkan duri lainnya,” lanjut pangeran arab Saudi tersebut, seperti dikutip dari New Arab, Minggu (23/6/2024).
“Tetapi kami tidak akan melakukan normalisasi dengan mengorbankan rakyat Palestina dan penentuan nasib sendiri serta negara mereka,” imbuh dia.
Menurut laporan Arab News, diplomat Saudi itu memperingatkan bahwa jika tidak ada solusi yang ditemukan, ancaman konflik regional akan lebih mungkin terjadi.
“Kami percaya pada pembentukan Negara Palestina dan solusi konflik. Jika hal itu mudah, kami pasti sudah melakukannya sekarang, tetapi tanpa itu, normalisasi tidak ada gunanya. Tidak ada gunanya melakukan normalisasi karena kami masih memiliki konflik dan konflik adalah masalahnya, bukan normalisasi,” ujarnya.
“Jika Anda melihat wilayah kami, itu adalah cakar singa tetapi memiliki sejumlah duri, satu duri besar yang menutupi semua duri lainnya adalah konflik Palestina-Israel dan sampai kami menghilangkannya, sulit untuk menghilangkan duri lainnya,” lanjut pangeran arab Saudi tersebut, seperti dikutip dari New Arab, Minggu (23/6/2024).
“Tetapi kami tidak akan melakukan normalisasi dengan mengorbankan rakyat Palestina dan penentuan nasib sendiri serta negara mereka,” imbuh dia.
Menurut laporan Arab News, diplomat Saudi itu memperingatkan bahwa jika tidak ada solusi yang ditemukan, ancaman konflik regional akan lebih mungkin terjadi.
“Kami percaya pada pembentukan Negara Palestina dan solusi konflik. Jika hal itu mudah, kami pasti sudah melakukannya sekarang, tetapi tanpa itu, normalisasi tidak ada gunanya. Tidak ada gunanya melakukan normalisasi karena kami masih memiliki konflik dan konflik adalah masalahnya, bukan normalisasi,” ujarnya.
Lihat Juga :