Militer AS Diam-diam Tertarik dengan Rudal Hipersonik Nuklir
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 09:49 WIB
Menurut Aviation Week, yang pertama kali mengetahui posting-an tersebut, salah satu dari tujuh item tersebut adalah "untuk sistem perlindungan termal baru yang dapat mendukung sebuah peluncuran hipersonik ke rentang ICBM".
Itu cukup mengejutkan, karena Pentagon tidak memiliki program yang diketahui publik untuk mengembangkan rudal hipersonik atau kendaraan luncur dengan jangkauan lebih dari 3.000 mil, dan telah berjanji melawan senjata semacam itu.
Aviation Week, yang dikutip Jumat (21/8/2020),memutuskan untuk mencari lebih banyak informasi tentang RFI; namun, ketika NWC menerima permintaan tersebut, RFI secara misterius dicabut dari situs tersebut.
Letnan Kolonel Robert Carver, juru bicara kantor direktur penelitian dan teknik pertahanan untuk program modernisasi Pentagon, mengatakan kepada Aviation Week bahwa Angkatan Udara jelas tidak mengembangkan kendaraan luncur hipersonik nuklir.
"(Departemen Pertahanan) tidak mengembangkan senjata hipersonik berkemampuan nuklir," kata Carver. (Baca juga: AS Ingin Lawan Rudal Hipersonik Musuh dengan Sensor Luar Angkasa )
“Ada kebutuhan teknologi yang sama antara perusahaan nuklir dan sistem hipersonik. Khususnya di bidang material bersuhu tinggi, kami biasanya berkolaborasi dalam pengembangan teknologi material penggunaan ganda yang canggih. Saya akan tegaskan bahwa seluruh portofolio program hipersonik kami terus didasarkan pada penyampaian efek konvensional saja," paparnya.
Itu cukup mengejutkan, karena Pentagon tidak memiliki program yang diketahui publik untuk mengembangkan rudal hipersonik atau kendaraan luncur dengan jangkauan lebih dari 3.000 mil, dan telah berjanji melawan senjata semacam itu.
Aviation Week, yang dikutip Jumat (21/8/2020),memutuskan untuk mencari lebih banyak informasi tentang RFI; namun, ketika NWC menerima permintaan tersebut, RFI secara misterius dicabut dari situs tersebut.
Letnan Kolonel Robert Carver, juru bicara kantor direktur penelitian dan teknik pertahanan untuk program modernisasi Pentagon, mengatakan kepada Aviation Week bahwa Angkatan Udara jelas tidak mengembangkan kendaraan luncur hipersonik nuklir.
"(Departemen Pertahanan) tidak mengembangkan senjata hipersonik berkemampuan nuklir," kata Carver. (Baca juga: AS Ingin Lawan Rudal Hipersonik Musuh dengan Sensor Luar Angkasa )
“Ada kebutuhan teknologi yang sama antara perusahaan nuklir dan sistem hipersonik. Khususnya di bidang material bersuhu tinggi, kami biasanya berkolaborasi dalam pengembangan teknologi material penggunaan ganda yang canggih. Saya akan tegaskan bahwa seluruh portofolio program hipersonik kami terus didasarkan pada penyampaian efek konvensional saja," paparnya.
Lihat Juga :