Israel Kampanye Rahasia untuk Pengaruhi Para Anggota Parlemen AS

Kamis, 06 Juni 2024 - 18:15 WIB
Logo OpenAI ditampilkan di dekat respons chatbot AI ChatGPT di situs webnya. Foto/REUTERS/Florence Lo
WASHINGTON - Israel diduga mengorganisir dan mendanai kampanye pengaruh tahun lalu yang menargetkan Amerika Serikat (AS) untuk menggalang dukungan bagi serangan genosida di Gaza yang sedang berlangsung.

Laporan itu diungkap New York Times pada Rabu (5/6/2024), mengutip pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya dan dokumen terkait dengan operasi tersebut.



Media tersebut mengklaim Kementerian Urusan Diaspora Israel, yang bertanggung jawab menghubungkan orang-orang Yahudi di seluruh dunia dengan Negara Israel, menugaskan kampanye rahasia tersebut dan mengalokasikan sekitar USD2 juta untuk operasi tersebut, dengan menyewa perusahaan pemasaran politik Tel Aviv, Stoic.

Kampanye ini tampaknya diluncurkan sekitar bulan Oktober, ketika Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan perang genosida di Gaza.

Perang Israel dan pengepungan tanpa henti terhadap Gaza telah menuai kritik internasional, termasuk ancaman sanksi, karena IDF diperkirakan telah membunuh lebih dari 36.000 warga Palestina.

“Pada puncaknya, kampanye pengaruh Israel menggunakan ratusan akun palsu yang menyamar sebagai mahasiswa AS, warga negara yang peduli, dan konstituen lokal di berbagai platform media sosial, termasuk X, Facebook, dan Instagram,” ungkap laporan New York Times.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!