Erdogan Desak Umat Islam Bersatu Melawan Israel, Sebut Netanyahu Vampir Biadab

Jum'at, 31 Mei 2024 - 09:44 WIB
Serangan udara tersebut, yang dilakukan kurang dari seminggu setelah Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militer di kota tersebut, memicu gelombang kecaman internasional dan digambarkan oleh Netanyahu sebagai “kesalahan tragis".

“Tidak ada ideologi yang menganggap pembakaran sampai mati warga sipil tak berdosa di tenda mereka sebagai hal yang sah,” kata Erdogan.

“Dunia sedang menyaksikan kebiadaban vampir bernama Netanyahu ini secara langsung," paparnya.

Presiden Turki juga mengecam sekutu NATO-nya.

"Amerika, darah ini juga ada di tangan Anda. Para kepala negara di Eropa, Anda telah terlibat dalam vampirisme Israel karena Anda tetap diam," imbuh Erdogan.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan Washington tidak menganggap serangan di Rafah sebagai insiden yang cukup serius sehingga memerlukan penghentian pengiriman senjata ke Israel.

Erdogan tidak merinci “keputusan bersama” apa yang harus diambil dunia Islam terhadap Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!