AS dan Jepang Ingin Kerahkan 1.000 Satelit untuk Deteksi Rudal Canggih

Kamis, 20 Agustus 2020 - 00:51 WIB
Jepang, yang tidak memiliki satelit deteksi dini, mengandalkan AS untuk kemampuan tersebut. Hingga saat ini, pemerintah Jepang telah mengungkap rencana pembentukan jaringan miniatur satelit yang akan mencari puing-puing antariksa serta mengumpulkan

data pola cuaca dan pencegahan bencana. Kesepakatan dengan AS tentang kemampuan pertahanan rudal akan menambah keamanan nasional pada kebijakan satelit.

AS akan meluncurkan 30 satelit eksperimental pada tahun 2022. Jepang akan mengalokasikandana untuk pengembangan sensor inframerah untuk proposal anggaran tahun fiskal 2021.

Jepang tertinggal dalam mengembangkan program luar angkasa untuk tujuan keamanan nasional. Jepang telah meluncurkan 14 satelit pertahanan pada Februari tahun ini, terpaut jauh dari Washington sebanyak 128 satelit. China dan Rusia masing-masing

mengoperasikan 109 dan 106 satelit pertahanan.

Rusia dan China telah memperluas kemampuan satelitnya menjadi "satelit pembunuh" yang melumpuhkan satelit negara lain. Kedua negara juga memperluas persenjataan rudal antisatelit mereka. Sebuah konstelasi satelit yang besar memiliki keuntungan memiliki beberapa pengganti untuk diambil alih jika satu satelit menjadi tidak dapat dioperasikan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!