Israel Masih Tutup Penyeberangan Rafah, 20.000 Pasien Tunggu Perawatan
Minggu, 26 Mei 2024 - 08:07 WIB
Azzam yang tidak bisa dibawa keluar Jalur Gaza untuk berobat setelah Israel menguasai penyeberangan perbatasan Rafah, sedang menunggu perawatan di rumah sakit. Foto/Baher Hamed Alnahhal/Anadolu
GAZA - Lebih dari 20.000 pasien sedang menunggu pembukaan penyeberangan Rafah untuk meninggalkan Jalur Gaza demi mendapatkan perawatan.
Kementerian Kesehatan di daerah kantong Palestina yang terkepung menjelaskan kondisi itu pada Sabtu (25/5/2024), dilansir Anadolu Agency.
Juru bicara kementerian Ashraf Al-Qudra mengatakan, “Sejak Israel menduduki kembali penyeberangan Rafah, tidak ada pasien yang dapat meninggalkan Jalur Gaza, bahkan mereka yang berada di luar negeri tidak dapat kembali ke tanah air mereka.”
“Lebih dari 20.000 pasien yang menderita penyakit kanker, jantung dan darah sedang menunggu pembukaan penyeberangan dalam kondisi yang tidak manusiawi akibat pendudukan, pengepungan dan perang pemusnahan yang dilakukan terhadap warga sipil di Gaza,” ujar dia.
Kementerian Kesehatan di daerah kantong Palestina yang terkepung menjelaskan kondisi itu pada Sabtu (25/5/2024), dilansir Anadolu Agency.
Juru bicara kementerian Ashraf Al-Qudra mengatakan, “Sejak Israel menduduki kembali penyeberangan Rafah, tidak ada pasien yang dapat meninggalkan Jalur Gaza, bahkan mereka yang berada di luar negeri tidak dapat kembali ke tanah air mereka.”
“Lebih dari 20.000 pasien yang menderita penyakit kanker, jantung dan darah sedang menunggu pembukaan penyeberangan dalam kondisi yang tidak manusiawi akibat pendudukan, pengepungan dan perang pemusnahan yang dilakukan terhadap warga sipil di Gaza,” ujar dia.
Lihat Juga :