AS Hina ICC dengan Undang Netanyahu Pidato Kehormatan di Kongres
Jum'at, 24 Mei 2024 - 20:30 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato pada pertemuan gabungan Kongres di DPR di Capitol Hill di Washington, 3 Maret 2015. Foto/REUTERS/Gary Cameron
WASHINGTON - Untuk menunjukkan rasa hormat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diundang untuk berbicara di depan para anggota parlemen Amerika Serikat (AS) di Kongres.
Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson mengungkapkan Netanyahu akan segera berpidato di sidang gabungan Kongres secara langsung.
“Kami akan segera menjadi tuan rumah bagi Perdana Menteri Netanyahu di Capitol untuk sesi gabungan Kongres,” ujar Johnson, sambil mencatat, “Ini akan menjadi pertunjukan dukungan yang sangat kuat kepada pemerintah Israel.”
Undangan tersebut muncul ketika Netanyahu menghadapi tuduhan kejahatan perang di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait serangan militer Israel di Gaza.
Kepala jaksa ICC, Karim Khan, membuat keputusan bersejarah pada Senin dengan meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.
Surat perintah tersebut mencakup kejahatan pemusnahan dan kelaparan sebagai metode perang; penolakan pasokan bantuan kemanusiaan dan sengaja menargetkan warga sipil dalam konflik.
Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson mengungkapkan Netanyahu akan segera berpidato di sidang gabungan Kongres secara langsung.
“Kami akan segera menjadi tuan rumah bagi Perdana Menteri Netanyahu di Capitol untuk sesi gabungan Kongres,” ujar Johnson, sambil mencatat, “Ini akan menjadi pertunjukan dukungan yang sangat kuat kepada pemerintah Israel.”
Undangan tersebut muncul ketika Netanyahu menghadapi tuduhan kejahatan perang di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait serangan militer Israel di Gaza.
Kepala jaksa ICC, Karim Khan, membuat keputusan bersejarah pada Senin dengan meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.
Surat perintah tersebut mencakup kejahatan pemusnahan dan kelaparan sebagai metode perang; penolakan pasokan bantuan kemanusiaan dan sengaja menargetkan warga sipil dalam konflik.
Lihat Juga :