Daftar Negara NATO yang Tidak Dukung dan Abstain saat Voting Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:15 WIB
Sama seperti Latvia, Lituania mungkin juga telah memilih untuk abstain untuk alasan yang sama. Sebagai negara Baltik yang kecil, mereka mungkin telah memilih abstain untuk menghindari konflik dengan negara-negara NATO yang lebih besar dan lebih berpengaruh.

Mereka mungkin juga ingin menghindari merusak hubungan mereka dengan negara-negara Arab dan Muslim.

10. Belanda



Belanda memiliki hubungan yang kuat dengan Israel dan juga memiliki komunitas Arab dan Muslim yang signifikan.

Dengan memilih abstain, mereka mungkin mencoba menyeimbangkan hubungan mereka dengan Israel dan solidaritas mereka dengan negara-negara Eropa lainnya yang mendukung hak Palestina untuk keanggotaan PBB.

Belanda juga telah lama mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dan mungkin telah memilih abstain untuk menunjukkan mereka tetap netral dan berkomitmen pada proses perdamaian.

11. Rumania



Rumania, sebagai negara yang baru-baru ini bergabung dengan NATO dan berusaha memperkuat hubungannya dengan negara-negara Barat, mungkin telah memilih abstain untuk menghindari konflik dengan sekutu barunya.

Meskipun Rumania memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara Arab dan Muslim, mereka mungkin juga ingin menghindari merusak hubungan mereka dengan Israel.

Rumania mungkin juga telah mempertimbangkan keputusan mereka untuk abstain akan mencerminkan komitmen mereka terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

12. Inggris



Inggris memiliki hubungan yang kuat dengan Israel dan juga memiliki komunitas Arab dan Muslim yang signifikan.

Dengan memilih untuk abstain, mereka mungkin mencoba untuk menyeimbangkan hubungan mereka dengan Israel dan solidaritas mereka dengan negara-negara Eropa lainnya yang mendukung hak Palestina untuk keanggotaan PBB.

Inggris juga telah lama mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dan mungkin telah memilih untuk abstain untuk menunjukkan mereka tetap netral dan berkomitmen pada proses perdamaian.

Inggris merupakan salah satu negara yang memasok senjata yang digunakan Israel untuk membunuh warga sipil Palestina di Jalur Gaza.

Baca juga: 450.000 Warga Palestina Tinggalkan Rafah saat Tank-tank Israel Terus Menusuk
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!