AS Pasok Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA Imbalan Normalisasi Emirat-Israel?

Rabu, 19 Agustus 2020 - 00:00 WIB
Pesawat jet tempur siluman F-35 Israel. Foto/REUTERS/Amir Cohen
TEL AVIV - Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) membuat perjanjian yang menormalkan hubungan kedua negara dengan syarat rezim Zionis menunda menganeksasi bagian-bagian Tepi Barat dari Palestina. Namun, media Israel mengungkap bahwa normalisasi itu dengan imbalan Uni Emirat Arab akan dipasok senjata canggih Amerika Serikat (AS) termasuk jet tempursiluman F-35 .

Pada Selasa (18/8/2020) pagi, jurnalis Nahum Barnea melaporkan kesepakatan imbalan itudi harian Yedioth Ahronoth. Dalam laporannya yang mengutip sumber terkait, dia menulis bahwa faktor pendorong bagi UEA untuk menandatangani perjanjian dengan Israel adalah kesepakatan senjata AS dengan nilai puluhan miliar dolar, termasuk memasok jet F-35, UAV canggih dan senjata lainnya. (Baca: Israel Menentang Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 AS ke UEA )



Sebelum laporan itu muncul, mantan pejabat militer Israel Mayor Jenderal (Purn) Amos Yadlin menulis di Twitter pada hari Jumat; "Penting untuk diingat bahwa Abu Dhabi berusaha untuk memperoleh senjata yang sangat canggih dari Amerika Serikat...Penting

untuk memastikan bahwa proses seperti itu akan mencakup (Kementerian Pertahanan,Kementerian Luar Negeri Israel) dan IDF jika itu akan mengakibatkan pengurangan Qualitative Military Edge atau QME Israel."

Yadlin kembali membahas masalah itu dalam sebuah wawancara dengan radio publik Kan BetIsrael hari Minggu. "Kami tahu mereka meminta senjata yang sangat canggih dari Amerika dan Israel, dan yang menghentikan ini adalah bahwa tidak ada perjanjian damai antara negara dan qualitative edge Israel . Dan bisa jadi, dan itulah yang saya peringatkan ditweet saya, bahwa seseorang memberi kelonggaran sebelum berkonsultasi dengan menteri pertahanan dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan itu mengingatkan saya pada insiden lain. Itulah yang saya maksud," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!