4 Fakta Batalion Netzah Yehuda, Unit Militer Israel yang Dijatuhi Sanksi oleh AS

Selasa, 23 April 2024 - 15:36 WIB
Organisasi ini dibentuk pada tahun 1999 untuk memungkinkan rekrutan agama bertugas di militer, meski sebagian besar beroperasi di Ramallah dan Jenin, sekarang mereka mengambil bagian dalam perang Gaza.

2. Kontroversi Batalion Netzah Yehuda yang Disorot AS



Sebelum akan mendapat sanksi dari AS, Batalion Netzah Yehuda Israel sempat dirundung tuduhan pelecehan terhadap warga Palestina, menurut laporan media lokal.

Kemudian di tahun 2022, seorang komandan batalion ditegur dan komandan peleton serta komandan kompi dicopot dari jabatannya karena dianggap bertanggung jawab atas kematian Omar Assad, seorang pria Palestina-Amerika Serikat berusia 78 tahun yang ditahan di pos pemeriksaan Tepi Barat.

Assad, mantan pemilik toko kelontong di Milwaukee, dilaporkan menderita serangan jantung akibat stres yang kemungkinan disebabkan karena diikat, disumpal, dan ditahan pasukan Israel.

IDF menambahkan kematiannya adalah akibat dari “kegagalan moral dan pengambilan keputusan yang buruk” oleh tentara yang menahannya.

Kasus ini menarik perhatian yang tidak biasa karena kewarganegaraan gandanya, usianya, sehingga Departemen Luar Negeri AS meminta untuk melakukan penyelidikan atas kematiannya.

3. Batalion Netzah Yehuda Ikut Serta dalam Perang di Gaza

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!