AS Munafik, Ratapi Pembantaian Warga Gaza tapi Kirim 1.800 Bom ke Israel

Minggu, 31 Maret 2024 - 05:54 WIB
“AS tidak bisa memohon kepada [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu untuk berhenti mengebom warga sipil suatu hari nanti dan di hari berikutnya mereka akan mengiriminya ribuan bom lagi seberat 2.000 pon yang dapat meratakan seluruh blok kota. Ini tidak senonoh. Kita harus mengakhiri keterlibatan kita: Tidak ada lagi bom untuk Israel,” tulis Sanders di X.

Senator Jeff Merkley, juga dari Partai Demokrat, memiliki sentimen yang sama dengan Sanders.

“Pemerintahan Biden tidak dapat secara kredibel mendorong peningkatan akses kemanusiaan ke Gaza sekaligus mengirimkan senjata yang sama dengan yang digunakan pemerintah Netanyahu untuk membunuh warga Palestina yang tidak bersalah tanpa pandang bulu,” katanya.

“Salah di setiap level,” ujarnya, seperti dikutip dari New Arab, Minggu (31/3/2024).

Pengumuman transfer senjata Amerika ke Israel tersebut bertepatan dengan pengungkapan Presiden Biden atas kepedihan yang dialami oleh banyak komunitas Arab Amerika akibat perang di Gaza.

Hal ini terjadi di tengah ketidaksepakatan antara Amerika Serikat dan Israel mengenai niat Netanyahu untuk memulai invasi darat ke Rafah, sebuah kota di selatan Gaza yang telah menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 1,5 juta warga Palestina yang putus asa untuk melarikan diri dari serangan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!