Demo Besar Guncang Yordania, Tuntut Diakhirinya Perjanjian Damai dengan Israel

Jum'at, 29 Maret 2024 - 10:11 WIB
Para demonstran ramai-ramai membawa poster bertuliskan “Amman-Gaza satu takdir”. Ada juga yang membawa poster yang menggambarkan juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah—yang telah menjadi pahlawan rakyat bagi banyak orang di dunia Arab.

Kompleks Kedutaan Besar Israel, tempat para pengunjuk rasa berkumpul selama lima hari berturut-turut, telah lama menjadi titik konflik ketika kekerasan meningkat antara warga Palestina dan Israel.

Keamanan diperketat pada hari Kamis, yang bertujuan untuk membatasi jumlah pengunjuk rasa.

Unjuk rasa pada Kamis berjalan dengan damai, tidak seperti awal pekan ini ketika polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan memukul pengunjuk rasa dengan tongkat untuk mencegah mereka menyerbu Kedutaan Zionis.

Namun ratusan pengunjuk rasa menentang perintah polisi untuk membubarkan diri dan turun ke jalan dengan mengatakan mereka akan tetap berada di sana hingga Jumat dini hari.

Pihak berwenang di Yordania telah meningkatkan penangkapan dan penindasan terhadap para demonstran dalam kampanye selama berbulan-bulan yang dikecam oleh kelompok hak asasi manusia internasional; Amnesty International dan Human Rights Watch, karena membatasi kebebasan berekspresi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!