Komandan Pasukan Elite Iran Minta Milisi Irak Berhenti Serang Tentara AS, Mengapa?

Senin, 19 Februari 2024 - 09:42 WIB
Qaani bertemu dengan perwakilan beberapa kelompok milisi bersenjata di bandara Baghdad pada 29 Januari, dua hari setelah Washington menyalahkan kelompok tersebut atas serangan yang menewaskan tiga tentara AS.

Serangan terhadap pangkalan militer AS yang dikenal sebagai Tower 22 di wilayah terpencil di timur laut Yordania mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Washington, karena ini menandai kematian publik pertama tentara AS sejak serangan terhadap pasukan AS dimulai, menyusul pecahnya perang di Gaza pada bulan Oktober.

Qaani mengatakan kepada faksi-faksi Irak bahwa membunuh orang Amerika berisiko menimbulkan respons keras dari AS, menurut laporan Reuters mengutip 10 sumber termasuk politisi, pejabat keamanan, diplomat, dan anggota kelompok bersenjata.

Menurut salah satu sumber, Qaani mengatakan para milisi harus bersembunyi untuk menghindari serangan AS terhadap komandan senior mereka, penghancuran infrastruktur utama, atau bahkan pembalasan langsung terhadap Iran.

Meskipun salah satu faksi pada awalnya tidak menyetujui permintaan Qaani, sebagian besar faksi lainnya menyetujuinya.

Keesokan harinya, Kataeb Hizbullah—milisi Syiah paling kuat dan aktif yang didukung Iran di Irak—mengumumkan bahwa mereka menghentikan serangan terhadap pasukan AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!