AS Ogah Perang Melawan Iran, Abaikan Seruan Hajar Teheran
Selasa, 30 Januari 2024 - 11:42 WIB
Presiden Biden dan para pejabat AS mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer AS tewas, dan setidaknya 34 lainnya lainnya terluka dalam serangan drone kelompok milisi pro-Iran terhadap pangkalan AS di timur laut Yordania dekat perbatasan Suriah.
Kelompok Perlawanan Islam di Irak, sebuah kelompok payung bagi milisi Islam Syiah, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka tidak gentar dengan ancaman respons dari Amerika.
Serangan rudal dan drone terus-menerus menargetkan pasukan AS di Timur Tengah, terutama di Irak dan Suriah, sejak Oktober 2023. Itu dimulai setelah perang Israel-Hamas pecah di Gaza.
“Kami mengalami hari yang berat tadi malam di Timur Tengah. Kami kehilangan tiga jiwa pemberani dalam serangan di salah satu pangkalan kami,” kata Biden pada hari Senin. "Dan kami akan meresponsnya," lanjut dia.
Beberapa senator AS telah mendesak Pemerintah Biden mengambil tindakan militer terhadap Iran.
“Satu-satunya jawaban terhadap serangan-serangan ini adalah pembalasan militer yang dahsyat terhadap pasukan teroris Iran, baik di Iran maupun di Timur Tengah,” kata Senator Partai Republik Tom Cotton.
Kelompok Perlawanan Islam di Irak, sebuah kelompok payung bagi milisi Islam Syiah, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka tidak gentar dengan ancaman respons dari Amerika.
Serangan rudal dan drone terus-menerus menargetkan pasukan AS di Timur Tengah, terutama di Irak dan Suriah, sejak Oktober 2023. Itu dimulai setelah perang Israel-Hamas pecah di Gaza.
“Kami mengalami hari yang berat tadi malam di Timur Tengah. Kami kehilangan tiga jiwa pemberani dalam serangan di salah satu pangkalan kami,” kata Biden pada hari Senin. "Dan kami akan meresponsnya," lanjut dia.
Beberapa senator AS telah mendesak Pemerintah Biden mengambil tindakan militer terhadap Iran.
“Satu-satunya jawaban terhadap serangan-serangan ini adalah pembalasan militer yang dahsyat terhadap pasukan teroris Iran, baik di Iran maupun di Timur Tengah,” kata Senator Partai Republik Tom Cotton.
Lihat Juga :