Bos Hizbullah Ledek Ancaman Israel: Selamat Datang dan Salam....

Senin, 15 Januari 2024 - 09:10 WIB
Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah meledek ancaman Israel yang ingin mengubah Lebanon menjadi seperti Gaza. Foto/Palestine Chronicle
BEIRUT - Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah meledek ancaman Israel yang ingin menjadikan Lebanon seperti Gaza ketika pertempuran lintas perbatasan terus terjadi.

Alih-alih gentar, bos Hizbullah itu justru akan menyambut ancaman serangan Zionis Israel.



"Israel sedang tenggelam, namun kita diancam dengan pasukan Israel yang telah dikalahkan, jadi, selamat datang dan salam," kata Nasrallah dalam pidatonya pada hari Minggu.

Pidatonya disampaikan pada peringatan satu minggu "kemartiran" Wissam Tawil, salah satu komandan penting Hizbullah yang terbunuh oleh serangan Israel di selatan Lebanon.

Baca Juga: Netanyahu: Lebanon Hancur Jika Hizbullah Ikut Perang Habis-habisan Melawan Israel

Pidato Hassan Nasrallah juga terjadi pada hari ke-100 perang Israel-Hamas.

Berikut cuplikan pidato Nasrallah, yang dimulai dengan fokus pada kematian Wissam Tawil, sebagaimana dikutip dari Palestine Chronicle, Senin (15/1/2024).

Front Lebanon Ada untuk Mendukung dan Membantu Gaza



Kita semua harus bekerja sama untuk memberikan elemen ketabahan dalam pertempuran ini, yang sejauh mana masih belum diketahui.

Wissam Tawil



Al-Hajj Jawad (Wissam Tawil) adalah salah satu komandan lapangan utama di front selatan Palestina yang diduduki sejak awal agresi di Gaza.

Al-Hajj Jawad adalah pecinta syahid dan mencapai apa yang dicita-citakannya.

Kami bangga telah memerangi ISIS dan menjadi pemimpin dalam konfrontasinya, di antaranya adalah Al-Hajj Jawad.

Gaza yang Legendaris



Gaza telah melakukan perlawanan selama 100 hari dan tetap teguh bersama rakyatnya dengan cara yang legendaris yang tak tertandingi dalam sejarah.

Perlawanan Palestina terus berjuang dengan gagah berani dan melakukan operasi kualitatif melawan pendudukan.

Perlawanan di Gaza melanjutkan perlawanan kreatifnya, dan media memainkan peran penting dalam mengungkap kepahlawanan mereka, berbeda dengan penindasan Israel.

Israel Tenggelam



Israel tenggelam dalam kegagalan dan berada dalam lubang yang dalam menurut para analisnya sendiri, karena tidak meraih kemenangan atau bahkan tampak seperti kemenangan.

Israel belum mencapai tujuan apa pun yang dinyatakan atau tidak diumumkan, sebuah fakta yang disetujui dengan suara bulat oleh Israel sendiri.

Musuh masih berjuang untuk mencapai "beberapa pencapaian" sebelum melanjutkan ke tahap ketiga perang, di mana mereka akan mengerahkan kembali pasukannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!