Mampukah PM Muda Prancis yang Gay dan Anti-Islam Menghidupkan Kembali Pemerintahan Macron?
Sabtu, 13 Januari 2024 - 19:19 WIB
Baca Juga: Siapa Gabriel Attal? PM Termuda Prancis yang Dikenal Gay dan Anti-Islam
Foto/Reuters
Duduk di kafe terdekat, para pejabat dari partai Renaisans pimpinan Presiden Macron tampak sangat antusias terhadap Gabriel Attal, mantan juru bicara pemerintah yang, mereka berharap, dapat membantu membujuk pemilih Prancis agar tidak beralih ke partai sayap kanan seperti National Rally pimpinan Marine Le Pen.
Ujian pertama terhadap hal ini akan terjadi pada pemilihan Parlemen Eropa bulan Juni mendatang.
“Kami benar-benar khawatir… Kelompok sayap kanan sedang menunggu saat yang tepat. [Mereka] adalah bahaya besar. Kita memerlukan pemerintahan yang moderat untuk mengelola negara ini. Attal adalah satu-satunya yang dapat membuat masyarakat mendukungnya. Attal adalah seorang pemimpin, pekerja keras,” kata Claire Guichard, yang menggantikan Attal sebagai anggota parlemen lokal di Hauts-de-Seine.
Foto/Reuters
2. Menarik Dukungan Pendukung Sayap Kanan
Foto/Reuters
Duduk di kafe terdekat, para pejabat dari partai Renaisans pimpinan Presiden Macron tampak sangat antusias terhadap Gabriel Attal, mantan juru bicara pemerintah yang, mereka berharap, dapat membantu membujuk pemilih Prancis agar tidak beralih ke partai sayap kanan seperti National Rally pimpinan Marine Le Pen.
Ujian pertama terhadap hal ini akan terjadi pada pemilihan Parlemen Eropa bulan Juni mendatang.
“Kami benar-benar khawatir… Kelompok sayap kanan sedang menunggu saat yang tepat. [Mereka] adalah bahaya besar. Kita memerlukan pemerintahan yang moderat untuk mengelola negara ini. Attal adalah satu-satunya yang dapat membuat masyarakat mendukungnya. Attal adalah seorang pemimpin, pekerja keras,” kata Claire Guichard, yang menggantikan Attal sebagai anggota parlemen lokal di Hauts-de-Seine.
3. Mendukung Sekularisme dan Kampanye Anti-Islam
Foto/Reuters