Profil Gabriel Attal, PM Baru Prancis yang Masih Berusia 34 Tahun
Kamis, 11 Januari 2024 - 16:31 WIB
Gabriel Attal merupakan putra dari Yves Attal, seorang pengacara dan produser film keturunan Yahudi Tunisia yang meninggal pada tahun 2015, dan Marie de Couriss, yang merupakan keturunan Kristen Ortodoks dari Odessa. Attal dibesarkan di Paris bersama ketiga adik perempuannya.
Attal telah menyelesaikan pendidikan di École Alsacienne, sekolah swasta pilihan bagi orang tua terkemuka di bidang politik dan seni di Paris. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Sciences Po yang bergengsi hingga memperoleh gelar master dalam bidang hubungan masyarakat.
Ketergabungan Attal di dunia politik dimulai pada tahun 2006. Ketika dia bergabung dengan partai Sosialis dan mendukung Partai Sosialis.
Baca Juga: Siapa Gabriel Attal? PM Termuda Prancis yang Dikenal Gay dan Anti-Islam
Ketika masih berusia 23 tahun, Attal berhasil masuk ke panggung politik dengan bekerja di bawah Menteri Kesehatan Marisol Touraine.
Kemudian di tahun 2016, dia meninggalkan partai Sosialis untuk bergabung dengan partai politik sentris Macron yang baru lahir, En Marche, yang kemudian menjadi La République En Marche (LREM).
Sejak saat itu, kebangkitannya di dunia politik tidak dapat dihentikan. Dimulai ketika dia menginjak usia 29 tahun, dengan diangkat menjadi sekretaris negara di kementerian pendidikan.
Attal telah menyelesaikan pendidikan di École Alsacienne, sekolah swasta pilihan bagi orang tua terkemuka di bidang politik dan seni di Paris. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Sciences Po yang bergengsi hingga memperoleh gelar master dalam bidang hubungan masyarakat.
Ketergabungan Attal di dunia politik dimulai pada tahun 2006. Ketika dia bergabung dengan partai Sosialis dan mendukung Partai Sosialis.
Baca Juga: Siapa Gabriel Attal? PM Termuda Prancis yang Dikenal Gay dan Anti-Islam
Ketika masih berusia 23 tahun, Attal berhasil masuk ke panggung politik dengan bekerja di bawah Menteri Kesehatan Marisol Touraine.
Kemudian di tahun 2016, dia meninggalkan partai Sosialis untuk bergabung dengan partai politik sentris Macron yang baru lahir, En Marche, yang kemudian menjadi La République En Marche (LREM).
Sejak saat itu, kebangkitannya di dunia politik tidak dapat dihentikan. Dimulai ketika dia menginjak usia 29 tahun, dengan diangkat menjadi sekretaris negara di kementerian pendidikan.
Lihat Juga :