Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett Desak AS Jatuhkan Iran
Sabtu, 30 Desember 2023 - 08:01 WIB
Baca juga: Lebanon Peringatkan Perang Habis-habisan akibat Provokasi Israel
Pertama kali Israel menyerang Iran di bawah pengawasan Bennett adalah pada Februari 2022, ketika dia mengizinkan serangan terhadap pangkalan UAV di tanah Iran sebagai tanggapan atas dua dugaan serangan pesawat tak berawak yang gagal yang diluncurkan ke Israel oleh Teheran.
Contoh kedua, pada Maret 2022, Bennett mengatakan dia memberikan izin kepada pasukan keamanan untuk membunuh seorang perwira senior Korps Garda Revolusi Islam Hassan Sayyad Khodaei, meskipun dia tidak menyebutkan namanya, setelah dugaan upaya Iran untuk membunuh turis Israel di Turki.
Serangan Israel memicu respons Iran pada Maret 2022 yang mana rudal balistik menargetkan Erbil, ibu kota wilayah semi-otonom Kurdistan Irak.
Saat itu Garda Revolusi Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menuduh rudal tersebut menargetkan situs Mossad di Erbil, dan mengatakan keamanan dan perdamaian Iran adalah “garis merah” yang tidak boleh diancam oleh siapa pun.
Pada saat itu seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Middle East Eye bahwa serangan itu merupakan respons terhadap serangan di pabrik drone di kota Tabriz di barat laut Iran pada Februari, yang menurutnya diluncurkan dari wilayah Irak.
Pertama kali Israel menyerang Iran di bawah pengawasan Bennett adalah pada Februari 2022, ketika dia mengizinkan serangan terhadap pangkalan UAV di tanah Iran sebagai tanggapan atas dua dugaan serangan pesawat tak berawak yang gagal yang diluncurkan ke Israel oleh Teheran.
Contoh kedua, pada Maret 2022, Bennett mengatakan dia memberikan izin kepada pasukan keamanan untuk membunuh seorang perwira senior Korps Garda Revolusi Islam Hassan Sayyad Khodaei, meskipun dia tidak menyebutkan namanya, setelah dugaan upaya Iran untuk membunuh turis Israel di Turki.
Serangan Israel memicu respons Iran pada Maret 2022 yang mana rudal balistik menargetkan Erbil, ibu kota wilayah semi-otonom Kurdistan Irak.
Saat itu Garda Revolusi Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menuduh rudal tersebut menargetkan situs Mossad di Erbil, dan mengatakan keamanan dan perdamaian Iran adalah “garis merah” yang tidak boleh diancam oleh siapa pun.
Pada saat itu seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Middle East Eye bahwa serangan itu merupakan respons terhadap serangan di pabrik drone di kota Tabriz di barat laut Iran pada Februari, yang menurutnya diluncurkan dari wilayah Irak.
Perang Terselubung
Lihat Juga :