Para Pemimpin Hamas Gelar Pertemuan Rahasia di Turki, Apa yang Dibahas?
Senin, 18 Desember 2023 - 06:08 WIB
Kepemimpinan Hamas memilih untuk mengadakan pertemuan rahasia mereka di negara ketiga di luar negeri dan bukan melalui sarana teknologi, seperti konferensi video atau panggilan telepon terenkripsi, untuk memungkinkan semua orang duduk dan berbicara bersama dalam lingkungan yang aman untuk mencegah infiltrasi intelijen Israel.
Awal bulan ini, Turki memperingatkan Israel akan “konsekuensi serius” jika mereka mencoba memburu anggota Hamas yang tinggal di luar wilayah Palestina, termasuk di Turki, kata seorang pejabat intelijen Turki. Hal ini terjadi sebagai tanggapan atas rekaman ketua Shin Bet Ronen Bar, yang menyatakan bahwa Israel akan memburu para pemimpin Hamas di Lebanon, Turki, dan Qatar, meskipun itu membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Pada hari yang sama, Erdogan mengklaim bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan diadili sebagai penjahat perang atas serangan Israel di Gaza, menyebut pemimpin partai Likud itu sebagai "tukang jagal Gaza."
Dalam pidatonya pada pertemuan komite Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul pada awal Desember, Erdogan mengatakan bahwa Gaza adalah tanah Palestina dan akan selalu menjadi milik Palestina.
“Israel bukan hanya seorang pembunuh tetapi juga seorang pencuri,” kata Erdogan, seraya menambahkan, “Kita tidak bisa membiarkan Israel menduduki Gaza sekali lagi.”
Awal bulan ini, Turki memperingatkan Israel akan “konsekuensi serius” jika mereka mencoba memburu anggota Hamas yang tinggal di luar wilayah Palestina, termasuk di Turki, kata seorang pejabat intelijen Turki. Hal ini terjadi sebagai tanggapan atas rekaman ketua Shin Bet Ronen Bar, yang menyatakan bahwa Israel akan memburu para pemimpin Hamas di Lebanon, Turki, dan Qatar, meskipun itu membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Pada hari yang sama, Erdogan mengklaim bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan diadili sebagai penjahat perang atas serangan Israel di Gaza, menyebut pemimpin partai Likud itu sebagai "tukang jagal Gaza."
Dalam pidatonya pada pertemuan komite Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul pada awal Desember, Erdogan mengatakan bahwa Gaza adalah tanah Palestina dan akan selalu menjadi milik Palestina.
“Israel bukan hanya seorang pembunuh tetapi juga seorang pencuri,” kata Erdogan, seraya menambahkan, “Kita tidak bisa membiarkan Israel menduduki Gaza sekali lagi.”
(ahm)
Lihat Juga :