Putin: Rusia Tidak Memiliki Rencana untuk Menyerang NATO

Minggu, 17 Desember 2023 - 18:18 WIB
Aliansi NATO yang dipimpin AS didirikan pada tahun 1949 untuk memberikan keamanan Barat terhadap Uni Soviet. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, wilayah ini diperluas hingga mencakup beberapa negara bekas Uni Soviet dan Pakta Warsawa.

Putin telah berulang kali menyebut perluasan NATO pasca Perang Dingin sebagai bukti arogansi Barat dalam menangani masalah keamanan Rusia.

Berdasarkan Pasal 5 perjanjian NATO, “Para Pihak sepakat bahwa serangan bersenjata terhadap satu atau lebih negara di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua”.

Putin mengatakan bahwa masuknya Finlandia ke dalam NATO pada bulan April akan memaksa Rusia untuk "mengkonsentrasikan unit militer tertentu" di Rusia utara dekat perbatasan mereka.

Kegagalan serangan balasan Ukraina tahun ini telah menimbulkan pertanyaan di Barat dan di dalam Ukraina mengenai seberapa realistis tujuan Ukraina dan Barat untuk mengalahkan pasukan Rusia di Ukraina.

Para pejabat di Moskow dan negara-negara Barat telah berulang kali berbicara tentang "Perang Dingin baru", dengan Rusia dan Tiongkok di satu sisi dan Barat di sisi lain.

Ketika ditanya tentang bagaimana menemukan titik temu dengan Barat mengingat retorika kedua belah pihak, Putin berkata: "Mereka harus menemukan titik temu karena mereka harus memperhitungkan kita."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!