Perpanjangan Gencatan Senjata Gagal, Hamas-Israel Saling Menyalahkan
Jum'at, 01 Desember 2023 - 21:12 WIB
Masing-masing pihak mengatakan pihak lain menolak persyaratan untuk memperpanjang kesepakatan, yang mencakup pembebasan sandera yang ditawan Hamas serta kelompok militan lain dan pembebasan warga Palestina yang ditahan Israel.
Seorang pejabat Palestina yang akrab dengan perundingan pihak ketiga Israel-Hamas mengatakan perundingan tersebut gagal dalam semalam karena permintaan Israel agar Hamas membebaskan tentara perempuan, yang menurutnya benar-benar terpisah dari para sandera. Belum ada komentar langsung dari Israel terkait hal ini.
Jeda yang dimulai pada 24 November dan diperpanjang dua kali, memungkinkan terjadinya pertukaran sandera Israel yang ditahan di Gaza dengan tahanan Palestina setiap hari, sementara truk membawa bantuan masuk ke wilayah itu.
Israel, yang menolak seruan gencatan senjata permanen, mengatakan gencatan senjata sementara dapat berlanjut selama Hamas membebaskan 10 sandera setiap hari. Namun setelah tujuh hari pembebasan perempuan, anak-anak dan sandera asing, para mediator pada saat-saat terakhir gagal menemukan formula untuk membebaskan lebih banyak sandera.
Qatar, yang memainkan peran penting dalam upaya mediasi, mengatakan negosiasi masih berlangsung dengan Israel dan Palestina untuk memulihkan gencatan senjata, namun pemboman Israel terhadap Jalur Gaza telah mempersulit upaya mereka.
Israel telah bersumpah untuk memberangus Hamas sebagai tanggapan atas serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober. Israel menyebut orang-orang bersenjata membunuh 1.200 orang dan menyandera 240 orang. Hamas, yang bersumpah untuk menghancurkan Israel, telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007.
Baca Juga: AS Ajukan 6 Syarat bagi Israel jika Ingin Melanjutkan Serangan Gaza, Apa Saja?
Seorang pejabat Palestina yang akrab dengan perundingan pihak ketiga Israel-Hamas mengatakan perundingan tersebut gagal dalam semalam karena permintaan Israel agar Hamas membebaskan tentara perempuan, yang menurutnya benar-benar terpisah dari para sandera. Belum ada komentar langsung dari Israel terkait hal ini.
Jeda yang dimulai pada 24 November dan diperpanjang dua kali, memungkinkan terjadinya pertukaran sandera Israel yang ditahan di Gaza dengan tahanan Palestina setiap hari, sementara truk membawa bantuan masuk ke wilayah itu.
Israel, yang menolak seruan gencatan senjata permanen, mengatakan gencatan senjata sementara dapat berlanjut selama Hamas membebaskan 10 sandera setiap hari. Namun setelah tujuh hari pembebasan perempuan, anak-anak dan sandera asing, para mediator pada saat-saat terakhir gagal menemukan formula untuk membebaskan lebih banyak sandera.
Qatar, yang memainkan peran penting dalam upaya mediasi, mengatakan negosiasi masih berlangsung dengan Israel dan Palestina untuk memulihkan gencatan senjata, namun pemboman Israel terhadap Jalur Gaza telah mempersulit upaya mereka.
Israel telah bersumpah untuk memberangus Hamas sebagai tanggapan atas serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober. Israel menyebut orang-orang bersenjata membunuh 1.200 orang dan menyandera 240 orang. Hamas, yang bersumpah untuk menghancurkan Israel, telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007.
Baca Juga: AS Ajukan 6 Syarat bagi Israel jika Ingin Melanjutkan Serangan Gaza, Apa Saja?
Lihat Juga :