5 Tragedi Pembantaian Kaum Muslim Terburuk di Dunia, Palestina Termasuk?

Jum'at, 10 November 2023 - 13:43 WIB
Islam pernah berjaya di Spanyol. Namun, hal tersebut mulai sirna ketika muncul Reconquista atau ‘Penaklukan Kembali’ oleh raja-raja Katolik.

Mengutip Egypt Today, Muslim Spanyol mulai dihadapkan ketidakpastian setelah Granada jatuh. Waktu itu, raja Spanyol yang baru mengeluarkan dekrit yang secara efektif memaksa setiap penganut Islam untuk masuk Kristen atau pergi.

Masih kurang ampuh, Francisco Jimenez de Cisneros pada 1499 datang ke Spanyol untuk mempercepat konversi Muslim ke Kristen. Pendekatannya adalah menindas dan melecehkan pemeluk Islam sampai mereka bersedia pindah agama.

Umat Islam Spanyol belum menyerah dan mengadakan pemberontakan. Namun, karena kalah kualitas dan persiapan, mereka dengan mudah dikalahkan pasukan Kristen. Setelahnya, pembantaian dan pemindahan agama paksa pun dilakukan di desa-desa secara bertahap.

5. Palestina



Foto: ABC News

Palestina masih menjadi berita hangat belakangan ini. Kondisi tak terlepas dari konfliknya dengan Israel yang sudah seperti mendarah daging.

Sepanjang riwayatnya, sudah sangat banyak umat Muslim Palestina yang menjadi korban. Peristiwa Nakba (1948), Pembantaian Deir Yassin (1948), Pembantaian al-Dawayima (1948), dan masih banyak lagi contohnya.

Serangkaian tragedi berdarah tersebut sejatinya bisa menjadi bukti hasil konflik panjang antara Israel-Palestina. Jika masih diteruskan, akan muncul lagi tragedi pembantaian-pembantaian lain yang akan memakan lebih banyak korban.

Itulah lima pembantaian kaum Muslim terburuk di dunia yang bisa diketahui. Setiap tragedi tersebut memakan banyak nyawa dan menyebabkan penderitaan yang tak terbayangkan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!