Rusia dan China Berada di Jalur Pertengkaran Gara-gara Moskow Naikkan Harga Listrik

Rabu, 04 Oktober 2023 - 15:13 WIB
Moskow mengumumkan pada bulan September bahwa bea ekspor ini akan dikaitkan dengan nilai tukar rubel pada barang-barang tertentu antara 4 persen hingga 7 persen, jika nilai rubel kurang dari 80 terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada hari Selasa, mata uang Rusia diperdagangkan pada 99 terhadap greenback. Minyak dan gas termasuk di antara ekspor Rusia yang dikecualikan dari kenaikan harga yang mulai berlaku.

Pada Agustus, surat kabar bisnis Rusia; Kommersant, melaporkan bahwa perwakilan Inter RAO Alexandra Panina mengatakan kepada wartawan bahwa jika kenaikan harga ditolak maka pasokan listrik mungkin akan "putus sepenuhnya".

“Pembicaraan dengan China terus berlanjut,” kata perwakilan Inter RAO kepada Reuters. “Kami memulai pembatasan parsial mulai hari ini.”

Mongolia telah menyetujui kenaikan harga listrik Rusia.

“Perusahaan-perusahaan energi China dan negara terkenal keras kepala dan sangat sabar dalam negosiasi energi dengan Rusia,” kata Thomas O'Donnell, seorang analis geopolitik dan pakar energi yang berbasis di Berlin dan merupakan global fellow di lembaga think tank Wilson Center.

“China mendapat keuntungan besar karena menekan Rusia ketika mereka ingin mengekspor minyak dan gas,” katanya kepada Newsweek.

Menurutnya, Beijing mendapatkan harga yang menguntungkan untuk gas pipa dan minyak yang lebih murah setelah “kegagalan” Putin karena kehilangan pasar Eropa akibat sanksi.

“Monopoli ekspor kekuasaan negara Rusia tidak bisa menghasilkan keuntungan, atau sangat sedikit dengan pajak ekspor sebesar 7 persen,” kata O'Donnell.

“Jadi mereka harus menuntut tarif yang lebih tinggi dari pelanggan terbesar mereka, China, dan beberapa pelanggan lainnya.”
Halaman :
Lihat Juga :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More