Kehancuran Armada Laut Hitam Rusia Bangkitkan Moral Tentara Ukraina
Minggu, 24 September 2023 - 22:45 WIB
Baca Juga: 10 Strategi Pemerintah Rusia Menerapkan Kurikulum Militeristik untuk Mempersiapkan Generasi Siap Perang
Kemudian, Kepala mata-mata Ukraina Kyrylo Budanov melaporkan bahwa dua pemimpin tinggi Rusia "terluka parah" dalam serangan itu, dan video yang dibagikan secara online menunjukkan asap tebal keluar dari gedung Sevastopol.
Budanov mengisyaratkan bahwa Ukraina memiliki rencana untuk merebut kembali semenanjung Krimea yang diduduki dalam sebuah wawancara dengan The War Zone, yang diterbitkan pada hari Sabtu.
Minggu ini, Armada Laut Hitam juga mengalami serangan terhadap salah satu brigade infanteri angkatan lautnya, yang dianggap "tidak efektif dalam pertempuran" untuk kedua kalinya sejak awal perang. Itu diungkapkan lembaga think tank AS, Institute for the Study of War.
“Keberhasilan operasi ofensif bukan hanya tentang menghancurkan musuh di depan Anda, tetapi juga tentang menghancurkan tempat-tempat konsentrasi peralatan, personel dan terutama menghancurkan pusat-pusat komando,” kata Tarnavsky dalam wawancara dengan CNN.
Kemudian, Kepala mata-mata Ukraina Kyrylo Budanov melaporkan bahwa dua pemimpin tinggi Rusia "terluka parah" dalam serangan itu, dan video yang dibagikan secara online menunjukkan asap tebal keluar dari gedung Sevastopol.
Budanov mengisyaratkan bahwa Ukraina memiliki rencana untuk merebut kembali semenanjung Krimea yang diduduki dalam sebuah wawancara dengan The War Zone, yang diterbitkan pada hari Sabtu.
Minggu ini, Armada Laut Hitam juga mengalami serangan terhadap salah satu brigade infanteri angkatan lautnya, yang dianggap "tidak efektif dalam pertempuran" untuk kedua kalinya sejak awal perang. Itu diungkapkan lembaga think tank AS, Institute for the Study of War.
“Keberhasilan operasi ofensif bukan hanya tentang menghancurkan musuh di depan Anda, tetapi juga tentang menghancurkan tempat-tempat konsentrasi peralatan, personel dan terutama menghancurkan pusat-pusat komando,” kata Tarnavsky dalam wawancara dengan CNN.
Lihat Juga :