Mengenal SEATO, Sejarah dan Kegagalannya
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 16:59 WIB
Kegagalan SEATO
Dilansir dari history.state.gov, SEATO memiliki sejumlah kelemahan. Untuk mengatasi masalah yang melekat pada gerakan gerilya dan pemberontakan lokal yang melanda wilayah Asia Tenggara pada tahun-tahun pascakolonial, perjanjian pertahanan SEATO hanya sebatas meminta konsultasi, membiarkan masing-masing negara untuk bereaksi sendiri terhadap ancaman internal. Atau dengan kata lain tidak ada intervensi terhadap gangguan internal.
Tidak seperti saudaranya di Eropa, Pakta Atlantik Utara atau NATO, SEATO tidak memiliki mekanisme independen untuk memperoleh informasi intelijen atau mengerahkan pasukan militer, sehingga potensi aksi kolektif menjadi terbatas.
Selain itu, karena hanya beranggotakan tiga negara Asia, SEATO menghadapi tuduhan sebagai bentuk baru dari kolonialisme Barat. Kesulitan linguistik dan budaya antara negara-negara anggota juga memperparah masalah, sehingga menyulitkan SEATO untuk mencapai banyak tujuannya.
Pada awal 1970-an, para anggota mulai menarik diri dari organisasi. Baik Pakistan maupun Prancis tidak mendukung intervensi AS di Vietnam, dan kedua negara tersebut menarik diri dari organisasi tersebut pada awal 1970-an. Pakistan secara resmi meninggalkan SEATO pada tahun 1973, karena organisasi tersebut gagal memberikan bantuan dalam konflik yang sedang berlangsung melawan India. Ketika Perang Vietnam berakhir pada tahun 1975, alasan utama keberadaan SEATO menghilang. Akibatnya, SEATO resmi dibubarkan pada tahun 1977.
(ian)
Lihat Juga :