Protes Pengeboran Minyak, Aktivis Greenpeace Tutupi Rumah PM Inggris dengan Kain Hitam

Jum'at, 04 Agustus 2023 - 00:00 WIB
Inggris pada tahun 2019 menetapkan target emisi karbon nol bersih tahun 2050 dan dengan cepat membangun kapasitas energi terbarukannya.

Tetapi invasi Rusia ke Ukraina telah mengalihkan sorotan pada keamanan energi, dengan pemerintah Inggris pada hari Senin berkomitmen untuk memberikan ratusan lisensi untuk ekstraksi minyak dan gas Laut Utara sebagai bagian dari upaya untuk menjadi lebih mandiri dalam energi.

Kebijkan itu juga menyetujui tambang batu bara dalam baru pertamanya dalam beberapa dekade di bulan Desember.

Jajak pendapat yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan 67% pemilih menganggap pemerintah Inggris menangani masalah lingkungan dengan buruk, peringkat terburuk sejak pertengahan 2019 ketika YouGov mulai melacak opini publik tentang masalah tersebut.

Beberapa orang di partai Konservatif pandukung Sunak khawatir atas kemunduran yang dirasakan perdana menteri atas komitmen lingkungan, dengan satu menteri, yang berhenti pada bulan Juni, mengatakan Sunak tidak tertarik pada isu-isu hijau.

Sunak membela catatan lingkungannya pada hari Rabu, mengatakan Inggris telah melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada negara besar lainnya dalam mengurangi emisi karbon.

"Kami tidak meminta maaf karena mengambil pendekatan yang tepat untuk memastikan keamanan energi kami, menggunakan sumber daya yang kami miliki di sini di rumah sehingga kami tidak pernah bergantung pada agresor seperti (Vladimir) Putin untuk energi kami," kata seorang sumber di kantornya, menanggapi aksi protes tersebut.

Baca Juga: Bukan Pentagon, Inggris Malah Kirim Data Rudal Hipersonik ke Sekutu Putin
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!