Anggota NATO: China Menyalip AS, Bisa Akibatkan Konflik Besar

Minggu, 23 Juli 2023 - 06:01 WIB
“China menganggap nilai-nilai Amerika sebagai ideologi yang bermusuhan," papar dia, seraya menambahkan, "Ada beberapa kebenaran di dalamnya."

“Perkembangan seperti itu tentu tidak akan cocok dengan Washington, yang ingin tetap di puncak dunia selamanya,” ungkap Orban memperingatkan.

Dia mengatakan upaya menantang hegemoni yang ada telah menyebabkan konflik besar pada banyak kesempatan dalam sejarah manusia. “Tidak ada pemenang abadi dan pecundang abadi,” tutur dia.

Konflik antara dua kekuatan besar itu mungkin terjadi tetapi tidak dapat dihindari, menurut pemimpin Hongaria itu.

“Dunia perlu menemukan keseimbangan baru, dan kedua pihak yang berlawanan harus mengakui satu sama lain sebagai sederajat,” ujar dia.

“Negara-negara besar harus menerima bahwa, hari ini, alih-alih dominasi Amerika, ada dua matahari di langit,” tegas Orban.

Dia juga menggambarkan masa depan Eropa yang suram dengan mengatakan Eropa akan kehilangan posisi dominannya dalam ekonomi global.

Orban menyalahkan kebijakan anti-Rusia Barat atas perkembangan ini. “Uni Eropa sudah kaya tapi lemah,” ungkap dia.

Dia menambahkan Uni Eropa akan semakin kehilangan keunggulan kompetitifnya sebagai akibat dari tekadnya menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!