Hampir Sebulan Jalani Perawatan, Presiden Brazil Sembuh dari Covid-19
Minggu, 26 Juli 2020 - 21:38 WIB
Presiden Brazil, Jair Bolsonaro mengumumkan bahwa dirinya telah dites negatif atas Covid-19, hampir sebulan setelah dikonfirmasi terinfeksi Covid-19. Foto/REUTERS
BRASILIA - Presiden Brazil , Jair Bolsonaro mengumumkan bahwa dirinya telah dites negatif atas Covid-19. Bolsonaro hampir selama sebulan menjalani perawatan di Istana Alvorada, setelah dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 .
Bolsonaro pertama kalinya dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 pada awal Juli lalu. Dalam dua pekan terakhir, Bolsonaro telan menjalani tes Covid-19 dan semuanya masih dinyatakan positif, dan dites keempat dia akhirnya dinyatakan negatif Covid-19.
"Hasil tes Covid-19 keempat negatif, selamat pagi semuanya," kata Bolsonaro dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (26/7/2020).
( Baca juga: Bertambah 1.492, Kini Ada 98.778 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia )
Dalam kicauanya, Bolsonaro turut mengunggah foto dirinya memegang obat anti-malaria hydroxychloroquine, yang telah berulang kali ia promosikan sebagai obat yang efektif dalam melawan Covid-19, meskipun tidak ada bukti ilmiah.
Brazil sendiri seperti diketahui adalah salah satu negara paling terdampak Covid-19. Sudah lebih dari dua juta orang terinfeksi Covid-19 di Brazil, menjadikannya berada di posisi kedua di bawah Amerika Serikat (AS), sebagai negara dengan jumlah infeksi terbesar di dunia.
Bolsonaro pertama kalinya dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 pada awal Juli lalu. Dalam dua pekan terakhir, Bolsonaro telan menjalani tes Covid-19 dan semuanya masih dinyatakan positif, dan dites keempat dia akhirnya dinyatakan negatif Covid-19.
"Hasil tes Covid-19 keempat negatif, selamat pagi semuanya," kata Bolsonaro dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (26/7/2020).
( Baca juga: Bertambah 1.492, Kini Ada 98.778 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia )
Dalam kicauanya, Bolsonaro turut mengunggah foto dirinya memegang obat anti-malaria hydroxychloroquine, yang telah berulang kali ia promosikan sebagai obat yang efektif dalam melawan Covid-19, meskipun tidak ada bukti ilmiah.
Brazil sendiri seperti diketahui adalah salah satu negara paling terdampak Covid-19. Sudah lebih dari dua juta orang terinfeksi Covid-19 di Brazil, menjadikannya berada di posisi kedua di bawah Amerika Serikat (AS), sebagai negara dengan jumlah infeksi terbesar di dunia.
Lihat Juga :