3 Motif Amerika Serikat Mendekati Papua Nugini

Rabu, 10 Mei 2023 - 14:51 WIB
Hubungan Washington dan Beijing mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. AS juga memprioritaskan kompetisi strategis dengan China. Semua elemen di AS, baik Kongres dan Gedung Putih juga sudah satu suara untuk melawan aksi geopolitik China yang semakin massif di Pasifik.

Pada April 2023 lalu, China sudah menandatangani pakta keamanan dengan Solomon Islands. Itu memicu kekhawatiran militer China akan membangun pangkalan di kawasan Pasifik Selatan. Selain itu, banyak perusahaan China sudah memenangkan kontrak untuk membangun pelabuhan di Honiara, ibu kota Solomon Island.

Papua Nugini juga menjalin hubungan dengan China. Perdana Menteri Papua Nugini James Marape juga akan diundang ke China pada akhir tahun. Bahkan, Presiden China Xi Jinping sudah mengunjungi Papua Nugini pada 2018 silam.

2. Perkuat Kerja Sama dengan Papua Nugini

AS ingin memperkuat kerja sama bilateral dengan Papua Nugini. Bahkan, kedua negara juga akan bernegosiasi tentang Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan AS-Papua Nugini. Nantinya, kedua negara akan mengadakan latihan perang dan pengembangan infrastruktur keamanan. Pada Januari 2023. Papua Nugini sudah mengumumkan kerja sama keamanan dengan Australia, sekutu utama AS.

"Para pemimpin kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam isu perubahan iklim, perlindungan maritim, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!