38 Jet Tempur dan 6 Kapal China Dekati Taiwan, Balas Patroli Pesawat AS?
Jum'at, 28 April 2023 - 19:37 WIB
Sebelumnya, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengeluarkan protes atas penerbangan pesawat patroli anti-kapal selam P-8A Poseidon Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melalui Selat Taiwan, yang memisahkan China daratan dari pulau demokrasi berpemerintahan sendiri yang diklaim oleh Beijing itu.
Menyebut penerbangan hari Kamis sebagai provokasi yang secara terbuka dihebohkan AS, Komando Teater Timur PLA mengatakan pihaknya mengerahkan jet tempur untuk memantau penerbangan pesawat.
"Tindakan seperti itu sepenuhnya membuktikan bahwa AS adalah pengganggu perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan pencipta risiko keamanan,” kata pernyataan itu.
“Pasukan teater menjaga tingkat kewaspadaan tinggi setiap saat dan dengan tegas mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional,” sambung pernyataan itu.
Armada ke-7 AS mengatakan bahwa penerbangan hari Kamis sesuai dengan hukum internasional dan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
“Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional termasuk di dalam Selat Taiwan,” kata pernyataan itu.
Baca Juga: Diplomat Top UE Serukan Angkatan Laut Eropa Patroli di Selat Taiwan
Menyebut penerbangan hari Kamis sebagai provokasi yang secara terbuka dihebohkan AS, Komando Teater Timur PLA mengatakan pihaknya mengerahkan jet tempur untuk memantau penerbangan pesawat.
"Tindakan seperti itu sepenuhnya membuktikan bahwa AS adalah pengganggu perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan pencipta risiko keamanan,” kata pernyataan itu.
“Pasukan teater menjaga tingkat kewaspadaan tinggi setiap saat dan dengan tegas mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional,” sambung pernyataan itu.
Armada ke-7 AS mengatakan bahwa penerbangan hari Kamis sesuai dengan hukum internasional dan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
“Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional termasuk di dalam Selat Taiwan,” kata pernyataan itu.
Baca Juga: Diplomat Top UE Serukan Angkatan Laut Eropa Patroli di Selat Taiwan
Lihat Juga :