Studi Ungkap Covid-19 Bisa Sebabkan Kerusakan pada Otak
Senin, 20 Juli 2020 - 04:00 WIB
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet Psychiatry, meneliti secara rinci 125 kasus dari seluruh Inggris. Peneliti utama Benedict Michael, dari Liverpool University, mengatakan, penting untuk dicatat bahwa itu berfokus pada kasus-kasus parah.
Data dikumpulkan antara 2 April dan 26 April, ketika virus ini menyebar secara eksponensial di Inggris. Komplikasi otak yang paling umum terlihat adalah stroke, yang dilaporkan pada 77 dari 125 pasien. Dari jumlah tersebut, sebagian besar pada pasien di atas 60 dan sebagian besar disebabkan oleh bekuan darah di otak, yang dikenal sebagai stroke iskemik.
(Baca: Akibat Pandemi Covid-19, Sebanyak 265 Juta Orang Terancam Kelaparan )
Studi ini juga menemukan bahwa 39 dari 125 pasien menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau perubahan perilaku yang mencerminkan kondisi mental yang berubah. Dari jumlah tersebut, sembilan memiliki disfungsi otak yang tidak spesifik, yang dikenal sebagai ensefalopati, dan tujuh mengalami peradangan otak, atau ensefalitis.
Michael mengatakan, temuan itu merupakan langkah awal yang penting untuk mendefinisikan efek Covid-19 pada otak. "Kami sekarang membutuhkan penelitian terperinci untuk memahami mekanisme biologis yang mungkin terjadi, sehingga kami dapat mengeksplorasi perawatan potensial," katanya.
Data dikumpulkan antara 2 April dan 26 April, ketika virus ini menyebar secara eksponensial di Inggris. Komplikasi otak yang paling umum terlihat adalah stroke, yang dilaporkan pada 77 dari 125 pasien. Dari jumlah tersebut, sebagian besar pada pasien di atas 60 dan sebagian besar disebabkan oleh bekuan darah di otak, yang dikenal sebagai stroke iskemik.
(Baca: Akibat Pandemi Covid-19, Sebanyak 265 Juta Orang Terancam Kelaparan )
Studi ini juga menemukan bahwa 39 dari 125 pasien menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau perubahan perilaku yang mencerminkan kondisi mental yang berubah. Dari jumlah tersebut, sembilan memiliki disfungsi otak yang tidak spesifik, yang dikenal sebagai ensefalopati, dan tujuh mengalami peradangan otak, atau ensefalitis.
Michael mengatakan, temuan itu merupakan langkah awal yang penting untuk mendefinisikan efek Covid-19 pada otak. "Kami sekarang membutuhkan penelitian terperinci untuk memahami mekanisme biologis yang mungkin terjadi, sehingga kami dapat mengeksplorasi perawatan potensial," katanya.
(esn)
Lihat Juga :