Beijing Desak AS Berhenti Lakukan Provokasi di Laut China Selatan

Jum'at, 31 Maret 2023 - 05:30 WIB
"Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional dan akan dengan tegas mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," Tan meyakinkan.

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Milius lewat di dekat Kepulauan Paracel Jumat lalu. Petinggi China mengklaim bahwa kapal perang AS melakukan ini tanpa izin pemerintah China dan telah melanggar kedaulatan China.

Baca juga: AS akan Bangun Pangkalan Militer Baru di Dekat Laut China Selatan

Armada ke-7 AS menjawab dengan mengatakan dalam rilis berita bahwa kapal perusak AS telah bertindak sesuai dengan hukum internasional, saat melakukan operasi kebebasan navigasi (FONOP).

Beijing telah mempermasalahkan yurisdiksi teritorial beberapa pulau di Laut Cina Selatan di mana cadangan hidrokarbon yang besar ditemukan dengan Brunei, Vietnam, Malaysia. Wilayah yang paling disengketakan adalah Kepulauan Xisha, juga dikenal sebagai Kepulauan Paracel, Kepulauan Nansha atau Spratly, dan Pulau Huangyan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!