Pengawas Nuklir PBB Sebut 2,5 Ton Uranium Hilang di Libya

Jum'at, 17 Maret 2023 - 00:30 WIB
Dalam sebuah pernyataan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang bermarkas di Wina mengatakan, direktur jenderalnya, Rafael Mariano Grossi, telah memberi tahu negara-negara anggotanya tentang uranium yang hilang itu.

“Pada Selasa (14/3/2023), pemeriksa badan perlindungan menemukan bahwa 10 drum berisi sekitar 2,5 ton uranium alami dalam bentuk konsentrat bijih uranium tidak ada seperti yang dinyatakan sebelumnya di sebuah lokasi di negara bagian Libya,” sebut pernyataan IAEA, seperti dikutip dari AP.

“Kegiatan lebih lanjut akan dilakukan oleh badan tersebut untuk mengklarifikasi keadaan pemindahan bahan nuklir dan lokasinya saat ini,” lanjut pernyataan itu.

Baca juga: IAEA: Iran Punya Uranium Diperkaya Hampir Tingkat Bom Atom

Reuters pertama kali melaporkan tentang peringatan IAEA tentang uranium Libya yang hilang. IAEA sendiri menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang uranium yang hilang. Namun, pengakuannya bahwa uranium hilang di "situs yang dinyatakan sebelumnya" mempersempit kemungkinannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!