Putin: Rusia Harus Perhitungkan Kemampuan Nuklir NATO
Minggu, 26 Februari 2023 - 16:48 WIB
Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia harus memperhitungkan kemampuan nuklir NATO. Foto/Ilustrasi/Sindonews
MOSKOW - Rusia harus mempertimbangkan potensi nuklir tidak hanya Amerika Serikat (AS), tetapi juga semua negara NATO lainnya. Pasalnya, aliansi tersebut menganggap kekalahan strategis Rusia sebaga tujuan utamaya.
Hal itu diungkapkan Presiden Vladimir Putin dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Rusia, Rossiya-1.
"Di tengah kondisi hari ini, karena semua negara terkemuka NATO telah mengumumkan kekalahan strategis kami sebagai tujuan utama mereka untuk membuat rakyat kami menderita seperti yang mereka katakan, bagaimana kami tidak dapat mempertimbangkan potensi nuklir mereka di tengah lingkungan ini?" ujarnya seperti dikutip dari TASS, Minggu (26/2/2023).
Baca: Rusia Peringatkan AS, NATO, dan Ukraina atas Transnistria
Menurut Putin pasokan senjata yang diberikan NATO kepada Ukraina dapat dianggap jika blok itu ikut berpatisipasi dalam perang.
"Mereka memasok senjata senilai puluhan miliar dolar ke Ukraina. Ini adalah partisipasi. Mengapa? Karena itu bukan sekedar kerja sama teknis-militer, karena mereka tidak menerima uang untuk itu," terang Putin.
Hal itu diungkapkan Presiden Vladimir Putin dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Rusia, Rossiya-1.
"Di tengah kondisi hari ini, karena semua negara terkemuka NATO telah mengumumkan kekalahan strategis kami sebagai tujuan utama mereka untuk membuat rakyat kami menderita seperti yang mereka katakan, bagaimana kami tidak dapat mempertimbangkan potensi nuklir mereka di tengah lingkungan ini?" ujarnya seperti dikutip dari TASS, Minggu (26/2/2023).
Baca: Rusia Peringatkan AS, NATO, dan Ukraina atas Transnistria
Menurut Putin pasokan senjata yang diberikan NATO kepada Ukraina dapat dianggap jika blok itu ikut berpatisipasi dalam perang.
"Mereka memasok senjata senilai puluhan miliar dolar ke Ukraina. Ini adalah partisipasi. Mengapa? Karena itu bukan sekedar kerja sama teknis-militer, karena mereka tidak menerima uang untuk itu," terang Putin.
Lihat Juga :