Warga Kamboja Meninggal Akibat Flu Burung, WHO Bunyikan Alarm Peringatan
Sabtu, 25 Februari 2023 - 21:25 WIB
Pada hari Kamis, pihak berwenang Kamboja melaporkan bahwa seorang gadis berusia 11 tahun meninggal karena flu burung, dengan ayahnya juga dinyatakan positif. Kontak mereka saat ini sedang diperiksa.
Mengomentari kasus tersebut, Briand menunjukkan bahwa belum jelas apakah benar-benar ada penularan dari manusia ke manusia atau apakah kedua individu tersebut tertular virus hanya karena paparan mereka pada kondisi lingkungan yang sama, yaitu kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi atau hewan lain.
Perwakilan WHO mengatakan kepada wartawan bahwa organisasi tersebut berhubungan erat dengan pihak berwenang Kamboja untuk setiap pembaruan.
Sementara virus H5N1 telah ada selama lebih dari dua dekade, strain baru bernama clade 2.3.4.4b muncul pada tahun 2020, menyebabkan rekor jumlah kematian di antara burung liar dan unggas domestik dalam beberapa bulan terakhir.
Baca: Dituding Diam-diam Hentikan Investigasi Asal-usul Covid-19, Bos WHO Naik Pitam
Data yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan bahwa subtipe novel biasanya tidak menyebabkan penyakit yang signifikan pada manusia. Hingga saat ini, WHO hanya mengetahui setengah lusin kasus, kebanyakan dari kasus tersebut kasus ringan.
Mengomentari kasus tersebut, Briand menunjukkan bahwa belum jelas apakah benar-benar ada penularan dari manusia ke manusia atau apakah kedua individu tersebut tertular virus hanya karena paparan mereka pada kondisi lingkungan yang sama, yaitu kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi atau hewan lain.
Perwakilan WHO mengatakan kepada wartawan bahwa organisasi tersebut berhubungan erat dengan pihak berwenang Kamboja untuk setiap pembaruan.
Sementara virus H5N1 telah ada selama lebih dari dua dekade, strain baru bernama clade 2.3.4.4b muncul pada tahun 2020, menyebabkan rekor jumlah kematian di antara burung liar dan unggas domestik dalam beberapa bulan terakhir.
Baca: Dituding Diam-diam Hentikan Investigasi Asal-usul Covid-19, Bos WHO Naik Pitam
Data yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan bahwa subtipe novel biasanya tidak menyebabkan penyakit yang signifikan pada manusia. Hingga saat ini, WHO hanya mengetahui setengah lusin kasus, kebanyakan dari kasus tersebut kasus ringan.
Lihat Juga :