Rusia: Ada Pertanyaan Tentang Ledakan Nord Stream yang Harus Dijawab AS
Jum'at, 10 Februari 2023 - 04:30 WIB
Ilustrasi
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) memiliki pertanyaan untuk dijawab atas perannya dalam ledakan di pipa gas Nord Stream bawah laut, tahun lalu.
Mengomentari sebuah laporan yang diterbitkan sebelumnya pada Rabu (8/2/2023), yang mengatakan AS terlibat dalam ledakan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova meminta Gedung Putih untuk mengomentari "fakta" yang telah disajikan.
Baca: Jurnalis Kondang Peraih Pulitzer Prize: AS Dalang Sabotase Nord Stream
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut, yang diterbitkan oleh jurnalis investigasi AS Seymour Hersh di blognya. Laporan itu menuduh keterlibatan AS dalam ledakan tersebut. Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu, bahwa akun Hersh adalah "benar-benar fiksi palsu dan lengkap".
Sementara Moskow, tanpa memberikan bukti, telah berulang kali mengatakan bahwa Barat berada di balik ledakan yang memengaruhi pipa Nord Stream 1 dan 2 September lalu - proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar yang membawa gas Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik.
"Gedung Putih sekarang harus mengomentari semua fakta ini," kata Zakharova dalam sebuah posting di halaman Telegramnya, di mana dia merangkum klaim utama Hersh terkait dugaan keterlibatan AS.
Mengomentari sebuah laporan yang diterbitkan sebelumnya pada Rabu (8/2/2023), yang mengatakan AS terlibat dalam ledakan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova meminta Gedung Putih untuk mengomentari "fakta" yang telah disajikan.
Baca: Jurnalis Kondang Peraih Pulitzer Prize: AS Dalang Sabotase Nord Stream
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut, yang diterbitkan oleh jurnalis investigasi AS Seymour Hersh di blognya. Laporan itu menuduh keterlibatan AS dalam ledakan tersebut. Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu, bahwa akun Hersh adalah "benar-benar fiksi palsu dan lengkap".
Sementara Moskow, tanpa memberikan bukti, telah berulang kali mengatakan bahwa Barat berada di balik ledakan yang memengaruhi pipa Nord Stream 1 dan 2 September lalu - proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar yang membawa gas Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik.
"Gedung Putih sekarang harus mengomentari semua fakta ini," kata Zakharova dalam sebuah posting di halaman Telegramnya, di mana dia merangkum klaim utama Hersh terkait dugaan keterlibatan AS.
Lihat Juga :