Palestina Sebut Pemerintah Baru Israel Berisi Figur Rasis
Jum'at, 08 Mei 2015 - 12:44 WIB
Palestina Sebut Pemerintah Baru Israel Berisi Figur Rasis
A
A
A
RAMALLAH - Pemerintah Palestina menyambut sinis pemerintah baru Israel yang baru saja dibentuk oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurut pemerintah Palestina, orang-orang yang dipilih Netanyahu dalam kabinet barunya adalah orang-orang rasis.
“Pemerintahan Israel dikuasai oleh orang-orang rasis, diskriminasi akan terus berlanjut di Timur Tengah,” kata ketua juru runding Palestina, Saeb Erekat seperti dilansir Al Jazaeera pada Jumat (8/5/2015).
Erekat juga menyakini bahwa pemerintahan baru Israel ini akan membawa dampak buruk bagi warga Palestina. Dengan terbentuknya pemerintah baru Israel ini, lanjut Erekat akan membuat negosiasi kedua negara semakin sulit untuk mencapai kata sepakat.
"Netanyahu akan menolak solusi dua negara (Palestina dan Isarel), selain itu dia akan memulai rezim apartheid baru di Timur Tengah,” sambungnya.
Terkait negosiasi dua negara, Mantan Presiden AS, Jimmy Carter juga pernah menyebut negosiasi itu tidak akan pernah berhasil.
Menurutnya, negosiasi damai yang selama ini dilakukan oleh Israel dan Palestina hanyalah sebuah kesia-siaan. Dirinya menuturkan, perundingan itu tidak akan membuahkan hasil jika Netanyahu tidak menurunkan egonya.
“Saya merasa pesimis dengan proses perdamaian di Timur Tengah selama Netanyahu menjabat sebagai PM Israel,” ucapnya. Carter berpandangan, Netanyahu adalah sosok yang sangat keras kepala.
“Pemerintahan Israel dikuasai oleh orang-orang rasis, diskriminasi akan terus berlanjut di Timur Tengah,” kata ketua juru runding Palestina, Saeb Erekat seperti dilansir Al Jazaeera pada Jumat (8/5/2015).
Erekat juga menyakini bahwa pemerintahan baru Israel ini akan membawa dampak buruk bagi warga Palestina. Dengan terbentuknya pemerintah baru Israel ini, lanjut Erekat akan membuat negosiasi kedua negara semakin sulit untuk mencapai kata sepakat.
"Netanyahu akan menolak solusi dua negara (Palestina dan Isarel), selain itu dia akan memulai rezim apartheid baru di Timur Tengah,” sambungnya.
Terkait negosiasi dua negara, Mantan Presiden AS, Jimmy Carter juga pernah menyebut negosiasi itu tidak akan pernah berhasil.
Menurutnya, negosiasi damai yang selama ini dilakukan oleh Israel dan Palestina hanyalah sebuah kesia-siaan. Dirinya menuturkan, perundingan itu tidak akan membuahkan hasil jika Netanyahu tidak menurunkan egonya.
“Saya merasa pesimis dengan proses perdamaian di Timur Tengah selama Netanyahu menjabat sebagai PM Israel,” ucapnya. Carter berpandangan, Netanyahu adalah sosok yang sangat keras kepala.
(esn)