Takut Renggut Perawan, Sekolah di Australia Larang Siswi Berkompetisi

Kamis, 23 April 2015 - 13:51 WIB
Takut Renggut Perawan,...
Takut Renggut Perawan, Sekolah di Australia Larang Siswi Berkompetisi
A A A
MELBOURNE - Sebuah sekolah tinggi Islam di Australia sedang diselidiki setelah muncul laporan sekolah itu melarang para siswi ikut dalam sebuah kompetisi, semacam lari. Alasannya, sekolah khawatir kompetisi itu bisa merenggut keperawanan para siswi.

Laporan itu muncul dari mantan guru di sebuah sekolah bernama Al-Taqwa College di Melbourne. Menteri Pendidikan negara bagian Victoria, James Merlino, mengatakan jika benar laporan dari manta guru itu benar, maka kebijakan sekolah itu sangat memprihatinkan.

”Saya telah meminta Otoritas Pendaftaran dan Kualifikasi Sekolah Victoria untuk menyelidiki regulasi di sekolah itu,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Age, Kamis (23/4/2015).

Mantan guru sekolah itu sebelumnya menulis pesan kepada menteri tersebut pekan ini. Pesan itu berupa tuduhan,”Bahwa, kepala sekolah (Omar Hallak) memegang keyakinan jika, perempuan berjalan secara berlebihan, mereka mungkin kehilangan keperawanan mereka,” tulis media Australia itu mengutip klaim mantan guru tersebut.

”Kepala sekolah percaya bahwa ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa jika anak perempuan melukai diri sendiri, seperti mengistirahatkan kaki mereka saat bermain sepak bola, itu bisa membuat mereka tidak subur,” lanjut klaim mantan guru itu dalam sebuah surat.

Media Australia itu menerbitkan surat klaim mantan guru tersebut, yang diduga ditulis oleh tim lintas perguruan tinggi di negara bagian tersebut yang menentang kebijakan Hallak. “Hanya karena kita adalah anak perempuan, tidak berarti kita tidak dapat berpartisipasi dalam menjalankan kegiatan,” lanjut surat itu.”Keputusan itu benar-benar menyinggung semua gadis yang akan berpartisipasi.”

Pihak sekolah tinggi itu belum merespons laporan tersebut. Kepala sekolah tersebut beberapa waktu lalu pernah menyebut kelompok Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) adalah rencana Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk menguasai minyak Timur Tengah. ”Mereka dilatih dan dilengkapi oleh mereka, (di mana) bukti semua peralatan baru dan mengkilap,” kata Hallak. ”Kami tidak percaya Muslim menciptakan ISIS.”
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
30 menit yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
1 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
2 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved