Didesak Hentikan Agresi Saudi di Yaman, PBB Pikir-pikir

Minggu, 05 April 2015 - 13:09 WIB
Didesak Hentikan Agresi...
Didesak Hentikan Agresi Saudi di Yaman, PBB Pikir-pikir
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB pikir-pikir untuk mempertimbangkan desakan Rusia agar menghentikan agresi Arab Saudi dan koalisi Teluk di Yaman. Selain Rusia, desakan itu juga muncul dari Palang Merah.

Presiden DK PBB, Dina Kawar, mengatakan, para anggota DK PBB perlu waktu untuk memikirkan “proposal” gencatan senjata dari Rusia itu. Palang Merah ikut menyerukan gencatan senjata selama 24 jam agar bisa membawa pasokan medis untuk rakyat Yaman yang jadi korban perang.

Dina Kawar yang juga diplomat Yordania, seperti dilansir BBC, Minggu (5/4/2015), mengatakan bahwa tim medis dan tim penyelamat harus memiliki akses ke Aden, wilayah yang dikenal sebagai basis pendukung Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi.

Desakan dari Rusia agar DK PBB menghentikan agresi Saudi dan koalisi Teluk terhadap milisi Houthi di Yaman muncul saat agresi militer di Yaman memasuki hari ke-10. Dalam agresi hari ke-10, pesawat-pesawat jet tempur dan kapal perang koalisi Teluk membombardir basis Houthi di Aden.

Seorang sumber militer Yaman mengatakan sekitar 13 milisi Houthi tewas dalam agresi militer itu. ”Kami berterima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi dan semua negara-negara Teluk, serta saudara-saudara kita di negara-negara Arab, untuk menjatuhkan pasokan (senjata),” kata Ahmad Qassem al-Shaawi, kepala milisi lokal yang pro-Presiden Yaman, Mansour Hadi.

Kepala PBB untuk urusan Kemanusiaan, Valerie Amos, mengatakan, pertempuran di Yaman selama dua minggu ini telah menewaskan lebih dari 500 orang tewas dan melukai sekitar 1.700 lainnya.

Kepala Operasi untuk Komite Internasional Palang Merah di Timur Tengah, Robert Mardini, mengatakan, penyaluran bantuan kemanusiaan, terutama obat-obatan ke Yaman sudah mendesak.

”Barang bantuan kami dan para personel ahli bedah harus diizinkan untuk memasuki negara dan harus dijamin aman untuk mencapai tempat terburuk yang terkena dampak (perang), untuk menyalurkan bantuan,” katanya.

”Jika tidak, lebih banyak orang akan meninggal. Untuk yang terluka, peluang mereka untuk bertahan hidup tergantung pada tindakan (kami) dalam beberapa jam, bukan hitungan hari hari,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
11 menit yang lalu
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
3 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
4 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
5 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved