Barat dan Iran Capai Kesepakatan Soal Program Nuklir
Jum'at, 03 April 2015 - 11:28 WIB
Barat dan Iran Capai Kesepakatan Soal Program Nuklir
A
A
A
LAUSSANE - Setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan, negosiasi nuklir Iran akhirnya menemui kata sepakat. Dalam negosiasi yang berlangsung di Lausanne, Swiss itu, Iran dan negara P5+1 berhasil menemukan titik temu demi kepentingan kedua belah pihak.
Walaupun bukan perjanjian absolut, kesepakatan ini seperti membawa angin segar, bukan hanya bagi negara-negara Barat tapi juga bagi Iran. Bagi Barat, kesepakatan ini setidaknya bisa menghapus kekhawatiran akan pengembangan senjata nuklir oleh Teheran. Sedangkan bagi Teheran, kesepakatan ini membuat mereka lepas dari sanksi yang selama ini mengukung mereka.
Melansir Reuters pada Jumat (3/4/2015), kesepakatan ini mendapat sambutan yang sangat meriah di Iran, dimana para warga sampai turun ke jalan untuk merayakan kesapakatan tersebut. "Terima kasih (Hassan) Rouhani" pekik seorang wanita sembari menari, memuji-muji pemimpin Iran itu.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barak Obama melihat kesepatan ini sebagai sesuatu kemajuan yang luar biasa. "Kesepakatan ini adalah sebuah pemahamanan paling bersenjarah dengan Iran," ucap Obama.
Dirinya juga membandingkan kesepakatan dengan Iran, sama halnya dengan kesepakatan dengan Rusia, dimana saat ini AS dan Rusia sepakat untuk saling melakukan pengawasan terhadap pengembangan nuklir yang dilakukan masing-masing negara.
Berdasarkan hasil kesepakatan itu, Iran diharuskan menutup setidaknya dua pertiga pabrik penghasil uranium mereka dan mempreteli semua reaktor yang bisa menghasilkan plutonium, serta pembatasan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan Teheran. Kesepakatan ini dikabarkan akan berlaku selama kurun waktu 10 tahun ke depan.
Walaupun bukan perjanjian absolut, kesepakatan ini seperti membawa angin segar, bukan hanya bagi negara-negara Barat tapi juga bagi Iran. Bagi Barat, kesepakatan ini setidaknya bisa menghapus kekhawatiran akan pengembangan senjata nuklir oleh Teheran. Sedangkan bagi Teheran, kesepakatan ini membuat mereka lepas dari sanksi yang selama ini mengukung mereka.
Melansir Reuters pada Jumat (3/4/2015), kesepakatan ini mendapat sambutan yang sangat meriah di Iran, dimana para warga sampai turun ke jalan untuk merayakan kesapakatan tersebut. "Terima kasih (Hassan) Rouhani" pekik seorang wanita sembari menari, memuji-muji pemimpin Iran itu.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barak Obama melihat kesepatan ini sebagai sesuatu kemajuan yang luar biasa. "Kesepakatan ini adalah sebuah pemahamanan paling bersenjarah dengan Iran," ucap Obama.
Dirinya juga membandingkan kesepakatan dengan Iran, sama halnya dengan kesepakatan dengan Rusia, dimana saat ini AS dan Rusia sepakat untuk saling melakukan pengawasan terhadap pengembangan nuklir yang dilakukan masing-masing negara.
Berdasarkan hasil kesepakatan itu, Iran diharuskan menutup setidaknya dua pertiga pabrik penghasil uranium mereka dan mempreteli semua reaktor yang bisa menghasilkan plutonium, serta pembatasan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan Teheran. Kesepakatan ini dikabarkan akan berlaku selama kurun waktu 10 tahun ke depan.
(esn)