Sidang Psikopat Inggris Pembunuh Dua WNI Ditunda 5 Minggu
Kamis, 02 April 2015 - 12:29 WIB
Sidang Psikopat Inggris Pembunuh Dua WNI Ditunda 5 Minggu
A
A
A
HONG KONG - Sidang pra-peradilan kasus pembunuhan dua Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong oleh psikopat Inggris, Rurik Jutting, ditunda hingga lima minggu, pada Kamis (2/4/2015). Jaksa penuntut meminta banyak waktu untuk menelaah kasus itu.
Jutting, 30, yang merupakan mantan karyawan Bank of America, pada November 2014 lalu melakukan pembunuhan mengerikan terhadap dua wanita Indonesia, Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih di sebuah kota di Hong Kong.
Hakim pengadilan Hong Kong, Jason Wan Siu-ming, seperti dikutip Reuters, mengatakan penundaan itu tidak biasa atau tidak masuk akal untuk kasus-kasus rumit. Pengacara Jutting tidak keberatan dan sidang akan dilanjutkan pada 8 Mei 2015 mendatang.
Psikopat Inggris lulusan Universitas Cambridge itu melakukan pembunuhan terhadap dua wanita Indoneia di apartemen mewahnya. Salah satu korban, ditemukan dengan tusuk di leher dan pantat. Korban lainnya ditemukan di dalam koper yang diletakkan di balkon.
Saat sidang awal, Jutting mengenakan t-shirt hitam dan tampak kurus. Pihak Bank of America sebelumnya mengatakan Jutting memang karyawan mereka, tetapi pihak bank itu tidak mengatakan alasan mengapa Jutting keluar dari bank tersebut.
Jutting, 30, yang merupakan mantan karyawan Bank of America, pada November 2014 lalu melakukan pembunuhan mengerikan terhadap dua wanita Indonesia, Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih di sebuah kota di Hong Kong.
Hakim pengadilan Hong Kong, Jason Wan Siu-ming, seperti dikutip Reuters, mengatakan penundaan itu tidak biasa atau tidak masuk akal untuk kasus-kasus rumit. Pengacara Jutting tidak keberatan dan sidang akan dilanjutkan pada 8 Mei 2015 mendatang.
Psikopat Inggris lulusan Universitas Cambridge itu melakukan pembunuhan terhadap dua wanita Indoneia di apartemen mewahnya. Salah satu korban, ditemukan dengan tusuk di leher dan pantat. Korban lainnya ditemukan di dalam koper yang diletakkan di balkon.
Saat sidang awal, Jutting mengenakan t-shirt hitam dan tampak kurus. Pihak Bank of America sebelumnya mengatakan Jutting memang karyawan mereka, tetapi pihak bank itu tidak mengatakan alasan mengapa Jutting keluar dari bank tersebut.
(mas)