Saudi Bantah Yaman Jadi Medan Perang Proxy dengan Iran

Selasa, 31 Maret 2015 - 12:20 WIB
Saudi Bantah Yaman Jadi...
Saudi Bantah Yaman Jadi Medan Perang Proxy dengan Iran
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membantah bahwa Yaman jadi medan perang proxy antara Saudi dan Iran. Hal itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel Ahmed al-Jubeir.

Menurut Jubeir, agresi militer Saudi dan koalis Teluk dengan nama “Operation Decisive Storm” murni untuk menyelamatkan pemerintah sah Yaman dari pemberontakan milisi Houthi. ”Kampanye (agresi) ini dilakukan terhadap kelompok (Houthi) yang didukung oleh Iran dan Hizbullah,” kata Jubeir seperti dilansir NBC News.

Jubeir menegaskan, agresi di Yaman bukan sebagai perang proxy antara Riyadh dan Teheran. Perang proxy adalah perang di mana kedua pihak menggunakan pihak ketiga sebagai objek perang.

Ditanya soal kemungkinan Arab Saudi dan Iran bisa hidup berdampingan secara damai di Timur Tengah. Jubeir mengatakan, bahwa Kerajaan Arab Saudi selama ini telah menghadapi banyak permusuhan dari pihak Iran. (Baca: Perang Yaman dan Perseteruan Sengit Iran-Saudi)

”Kami telah mengulurkan tangan persahabatan kepada Iran, tetapi mereka menolak untuk 35 tahun terakhir; kami ingin hubungan persahabatan dengan mereka karena akan baik untuk wilayah (Timur Tengah). Tapi apa yang terjadi adalah akibat dari tindakan Iran, dan bukan dari Kerajaan (Saudi),” ujar diplomat Saudi itu, seperti dilansir Arab News, Selasa (31/3/2015).

Menurut Jubeir, agresi militer Saudi dan koalisi Teluk adalah tindakan terpaksa setelah semua upaya damai gagal dilakukan. Dia mengklaim Saudi sudah mencoba segala cara untuk menghindari perang, tapi milisi oposisi Houthi terus melakukan serangan untuk menguasai kota-kota di Yaman.

”Ketika Houthi mengambil kendali Kota Aden, permintaan pemerintah sah Yaman untuk campur tangan sesuai Pasal 51 PBB harus diperhatikan,” imbuh Jubeir.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
43 menit yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
1 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
2 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
3 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
4 jam yang lalu
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved