Saudi Gempur Yaman, PBB Belum Ambil Tindakan
Kamis, 26 Maret 2015 - 17:20 WIB
Saudi Gempur Yaman, PBB Belum Ambil Tindakan
A
A
A
NEW YORK - PBB menyatakan belum akan mengambil tindakan terkait agresi militer Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya terhadap kelompok Houthi di Yaman. Namun, PBB mengaku sudah menyadari ada operasi militer di Yaman.
Sikap PBB tu disampaikan wakil juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq kepada kantor berita Itar-Tass, pada Kamis (26/3/2015). “Kami menyadari apa yang terjadi. Kami berusaha untuk mempelajarinya lebih detail,” kata Haq. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)
Dia tidak menjelaskan apakah Sekjen PBB, Ban Ki-moon, telah diberitahu tentang agresi militer Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pemerintah Yaman di bawah pimpinan Presiden Mansour Hadi, pernah meminta PBB mendukung operasi militer untuk memerangi kelompok Houthi yang dianggap berupaya melakukan kudeta.
Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir, kepada wartawan membenarkan bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah melancarkan operasi militer berupak serangan udara di Yaman untuk melawan militan Houthi. (Baca juga: Tanpa Bantuan Iran, Houthi Yaman Sanggup Ladeni Agresi 10 Negara Teluk)
Menurut Jubeir, selain Saudi, sembilan negara Teluk lainnya ikut melakukan agresi di Yaman untuk menyelamatkan pemerintahan Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Hadi. ”Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi pemerintah yang sah dari kejatuhan Yaman,” katanya.
Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassine, mengatakan, bahwa operasi militer akan berlanjut sampai Houthi bersedia duduk dalam pembicaraan damai. Sementara itu, demonstrasi dilaporkan pecah di Hadramout dan Aden setelah Saudi meluncurkan agresi militer terhadap basis-basis kelompok Houthi.
Sikap PBB tu disampaikan wakil juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq kepada kantor berita Itar-Tass, pada Kamis (26/3/2015). “Kami menyadari apa yang terjadi. Kami berusaha untuk mempelajarinya lebih detail,” kata Haq. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)
Dia tidak menjelaskan apakah Sekjen PBB, Ban Ki-moon, telah diberitahu tentang agresi militer Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pemerintah Yaman di bawah pimpinan Presiden Mansour Hadi, pernah meminta PBB mendukung operasi militer untuk memerangi kelompok Houthi yang dianggap berupaya melakukan kudeta.
Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir, kepada wartawan membenarkan bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah melancarkan operasi militer berupak serangan udara di Yaman untuk melawan militan Houthi. (Baca juga: Tanpa Bantuan Iran, Houthi Yaman Sanggup Ladeni Agresi 10 Negara Teluk)
Menurut Jubeir, selain Saudi, sembilan negara Teluk lainnya ikut melakukan agresi di Yaman untuk menyelamatkan pemerintahan Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Hadi. ”Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi pemerintah yang sah dari kejatuhan Yaman,” katanya.
Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassine, mengatakan, bahwa operasi militer akan berlanjut sampai Houthi bersedia duduk dalam pembicaraan damai. Sementara itu, demonstrasi dilaporkan pecah di Hadramout dan Aden setelah Saudi meluncurkan agresi militer terhadap basis-basis kelompok Houthi.
(mas)