ISIS Klaim di Balik Serangan Bom Benghazi
Rabu, 25 Maret 2015 - 14:06 WIB
ISIS Klaim di Balik Serangan Bom Benghazi
A
A
A
BENGHAZI - ISIS cabang Libya mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah kamp militer di Benghazi, Libya. Serangan itu menewaskan tujuh orang, dimana lima diantaranya adalah tentara. Selain itu, 11 orang lainnya juga terluka akibat serangan ini.
Kelompok itu juga mengaku bertanggung jawab atas serangkain serangan yang melanda Libya dalam beberapa hari terakhir. Namun, mereka membantah sebagai pihak yang yang bertanggung jawab atas serangan roket yang menewaskan seorang gadis 17 tahun.
Pemerintah LIbya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (25/3/2015), dilaporkan langsung memberikan respon keras terhadap serangan tersebut dengan melakukan serangan udara terhadap wilayah-wilayah yang sudah diduduki oleh ISIS di negeri kaya minyak itu.
ISIS memang sudah berhasil menguasai sebagai besar kota yang berada di pinggiran Libya. Saat ini, kelompok radikal itu dikabarkan sedang berusaha untuk merebut salah satu kota utama di Libya, dan Benghazi disebut-sebut sebagai sasaran utama mereka dibanding Tripoli.
Kondisi Libya sendiri saat ini memang jauh dari kata kondusif. Pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah terus terjadi setiap harinya, baik di Benghazi atau Tripoli.
Kelompok itu juga mengaku bertanggung jawab atas serangkain serangan yang melanda Libya dalam beberapa hari terakhir. Namun, mereka membantah sebagai pihak yang yang bertanggung jawab atas serangan roket yang menewaskan seorang gadis 17 tahun.
Pemerintah LIbya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (25/3/2015), dilaporkan langsung memberikan respon keras terhadap serangan tersebut dengan melakukan serangan udara terhadap wilayah-wilayah yang sudah diduduki oleh ISIS di negeri kaya minyak itu.
ISIS memang sudah berhasil menguasai sebagai besar kota yang berada di pinggiran Libya. Saat ini, kelompok radikal itu dikabarkan sedang berusaha untuk merebut salah satu kota utama di Libya, dan Benghazi disebut-sebut sebagai sasaran utama mereka dibanding Tripoli.
Kondisi Libya sendiri saat ini memang jauh dari kata kondusif. Pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah terus terjadi setiap harinya, baik di Benghazi atau Tripoli.
(esn)